Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Yusuf Mengajak Kedua Temannya untuk Bertauhid

2 min read

Yusuf Mengajak Kedua Temannya Untuk Bertauhid

Nabi Yusuf Mengajak Kedua Temannya untuk Bertauhid

Sebelum Yusuf memberitahukan tentang tafsir dari mimpi mereka masing-masing, ia mengajak mereka untuk bertauhid kepada Allah dan meninggalkan peribadatan kecuali kepada-Nya. Ia menjelaskan, “Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Apa yang kalian sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat. Baik oleh kalian sendiri maupun oleh leluhur kalian. Allah tidak pernah menurunkan suatu keterangan pun mengenai hal (nama-nama) itu. Segala keputusan itu hanyalah milik Allah.” Yakni, hanya Allah yang mengatur segala permasalahan makhluk-Nya, melakukan apa yang dikehendaki-Nya, memberikan hidayah dan memberikan kesesatan kepada siapa saja yang la kehendaki.

“Dia telah memberikan perintah agar kalian tidak menyembah selain Dia.” Yakni, hanya kepadaNya dan tidak menyekutukanNya. “itulah agama yang benar-benar lurus.” Yakni, itulah jalan yang benar. “tetapi kebanyakan manusia tidaklah mengetahui.” Yakni, mereka tidak mendapatkan petunjuk meski petunjuk itu telah nyata dan jelas di hadapannya. Dakwah yang disampaikan oleh Nabi Yusuf kepada kedua teman sepenjaranya itu sangat tepat waktunya. Karena mereka sudah menganggap Yusuf sebagai seseorang yang agung dan dapat menerima apapun yang dikatakan olehnya. Oleh karena itu, Yusuf segera mengajak mereka untuk mengikuti jalan yang lebih bermanfaat bagi keduanya dibandingkan dengan apa yang mereka minta dan tanyakan kepadanya.

Nabi Yusuf Menafsirkan Mimpi Kedua Teman Sepenjaranya

Setelah melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya, yaitu mengajak kedua teman sepenjaranya untuk beriman kepada Allah. Kemudian Yusuf berkata, “Wahai kedua penghuni penjara, salah seorang di antara kamu, akan bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya.” Yakni, pelayan yang bermimpi tentang buah anggur. “Adapun yang seorang lagi dia akan disalib, lalu burung memakan sebagian kepalanya.” Yakni, pelayan yang bermimpi tentang roti di atas kepalanya.

“Telah tertetapkan perkara yang kamu tanyakan (kepadaku).” Yakni, kedua penafsiran itu pasti akan terjadi, dan setiap mereka pasti akan mengalami kejadian yang sesuai dengan penafsirannya. Hal itu diungkapkan karena memang mimpi yang telah ditafsirkan sesuai dengan penafsirannya maka pasti akan menjadi nyata.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, “Mimpi itu laksana sesuatu yang digenggam di kaki seekor burung, selama mimpi itu tidak ditafsirkan (tidak selalu menjadi kenyataan). Namun apabila mimpi itu telah ditafsirkan, maka mimpi itu akan menjadi nyata.”[1]

Diriwayatkan, dari Ibnu Mas’ud, Mujahid, dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Bahwa setelah beberapa waktu mimpi itu ditafsirkan oleh Yusuf, kedua teman sepenjaranya itu berkata, “Kami tidak mengalami kejadian seperti yang kamu tafsirkan untuk mimpi kami.” Lalu Yusuf berkata, “Telah tertetapkan perkara yang kamu tanyakan (kepadaku).”

Permintaan Yusuf kepada Temannya yang Selamat

Pada Qur’an Surat Yusuf ayat 42 Allah menceritakan tentang Yusuf yang telah berpesan kepada sahabatnya yang telah ditafsirkan akan terus hidup. Yaitu pelayan yang bertugas sebagai pengantar minuman raja. Ia berkata, “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Yakni, ceritakanlah keadaanku kepada raja dan alasan yang membuat diriku dimasukkan ke dalam penjara. Padahal aku tidak berbuat kejahatan. Ayat tersebut merupakan dalil dibolehkannya seseorang untuk berusaha mencari sebab, dan usaha itu tidak bertentangan sama sekali dengan sikap bertawakal kepada Allah.

Kemudian mengenai Firman Allah “Setan menjadikan dia terlupa untuk menerangkan (tentang Yusuf) kepada tuannya.” Yakni, orang yang selamat itu dihilangkan ingatannya oleh setan tentang pesan Yusuf. Sehingga ia tidak menyampaikan pesan Yusuf kepada rajanya. Makna ini disampaikan oleh Mujahid, Muhammad bin Ishaq, dan ulama tafsir lainnya. Dan inilah makna yang paling benar, dan makna itu pula yang termaktub dalam Alkitab.

Yusuf Mengajak Kedua Temannya untuk Bertauhid ini dikutip dari sumber terpercaya dan bisa dipertanggung jawabkan kevalidannya. Silahkan Kunjungi Sepatumerah.net untuk mendapatkan pengetahuan sejarah Para Nabi yang mungkin belum anda ketahui secara mendalam.

Referensi

[1] HR Tirmidzi, Bab Mimpl, Bagian aas Tenang ajs Mimpi (2278), dengan sejumlah matan yang berbeda-beda. Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, Bab Adab, Bagian Hadits Tentang Mimpl (5020), dan Ibnu Majah, Bab Tafsir Mimpi, Bagian Mimpi Itu Jika Telah Ditafsirkan Maka Pasti Akan Menjadi Nyata (5020), dan lafazh di atas adalah lafazh Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Kisah Nabi Adam

Ulum
7 min read

Keistimewaan Nabi Sulaiman

Ulum
1 min read

Yusuf Dimasukkan Sumur

Ulum
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *