Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Tujuan Menikah Dalam Standarisasi Ikatan Keluarga

2 min read

Cover Tujuan Menikah

Tujuan Menikah – menikah bukan soal siapa cepat, tapi soal siap dan tepat. Tentu setiap orang tidak menginginkan apapun di kehidupan kelaknya menetaskan sebuah penyesalan. Untuk itu bagi siapapun harus memperhatikan urusan nikah sematang mungkin.

Jangan sekalipun punya anggapan bahwa persyaratan menikah adalah desakan usia yang sudah lanjut. Persyaratan menikah bukan cuma matengnya usia. Tapi juga matengnya segala kesiapan menerima resiko.

Toh menikah muda juga bukan jaminan akan meraih kebahagiaan dengan lebih dini. Tujuan menikah tidak sebercanda main kelereng atau boneka barbie.

Persyaratan nikah itu kamu harus memiliki kesiapan dan kemantapan lahir batin kalau pasanganmu benar-benar merupakan jodohmu.

Tapi lumrah saja sih kalau terkadang muncul perasaan ragu, bener nggak sih kalau besok Aku mau nikah? Nanti Gimana sih hidup berkeluarga bersama oranglain tuh? Nanti seperti apa ya hidup dengan orang yang belum kukenal dan belum mengenalku?

Tapi yang perlu kalian perhitungkan juga, nyari jodoh tuh nggak semudah nyari penjual bakso. Yang bisa di tungguin di beranda rumah sambil liat youtube. Santai dan nantinya juga dateng sendiri lewat depan rumah.

Arti dari Sebuah Pernikahan

Arti dari Sebuah Pernikahan

Menikah adalah menentukan sebuah keputusan besar dalam hidup. Jadi kamu harus semateng mungkin dalam menjatuhkan keputusan. Lebih baiknya selain dibicarakan dengan orangtua, kamu perlu juga melakukan shalat Istikharah untuk meminta petunjuk dari Allah.

Menikah adalah keputusan seseorang untuk memilih pasangan yang bakal menemani sisa-sisa hidupnya.

Menikah adalah peristiwa sakral yang membutuhkan kesiapan untuk lebih bertanggung jawab sebagai seorang kepala rumah tangga atau sebagai seorang istri. Karena hidup kita nantinya bukan cuma demi diri kita sendiri, namun juga untuk pasangan yang menemani di hari-hari depan.

Kamu nggak boleh kaget kalau nanti pas bangun tidur ada seseorang di sampingmu. Kamu yang kemarin boboknya masih sama ibunda tercinta, kini kamu boboknya sudah bersama orang yang tak pernah menemani lelapmu sejak kecil.

Dalam ikatan pernikahan, dirimu harus kontrol agar tidak sering-sering mengeluh. Kamu juga harus ngerti kalau nikah bukan cuma urusan tidak menuntut banyak hal. Lebih dari itu, menikah juga harus siap menerima segala resiko dengan penuh lapang dada.

Selain itu dirimu semustinya bisa saling mengerti. Karena menikah adalah usaha untuk saling percaya bahwa disuatu saat nanti akan datang masa dimana dirimu akan merasakan kegembiraan. Kegembiraan yang tak terjadi sebelum-sebelumnya.

Kalau sekiranya segala yang diperlukan dalam ikatan suami istri memang sudah matang, segeralah lakukan. Ngapain di lama-lamain, menikah adalah sunnah yang menyempurnakan Agamamu. Jika masalahnya cuma kesiapan finansial, semoga Allah memampukan hal itu. Asal kita serius bekerja keras.

Tujuan Menikah yang Harus Kalian Ketahui

Tujuan Menikah yang Harus Kalian Ketahui

Tujuan pernikahan tidak hanya terangkum dalam dua tiga hari lantas tuntas.

Disamping itu, tujuan menikah juga sekaligus menyelipkan sepaket harapan semoga tetap dipersatukan dengan pasangan di akhirat.

Dalam jalinan pernikahan, juga tidak bisa ditepis akan munculnya teror-teror tipis, mulai dari “Mamah adek nggak mau cekolah”, “Papah ayo liburan”, “Pah bumbu dapur abis” Atau “Dedek Pengen adek baru mah”.

Namanya juga hidup, tentu bakal ada saja hal-hal yang akan membuat jengkel. Nggak usah diambil pusing. Hadapi saja dengan rekah senyum biar nambah pahala. Biar tau rasa tuh masalah.

Siapa coba di dunia ini yang nggak ingin punya pasangan. Karena berawal dari ucapan menikah, ucapan-ucapan romantis lainnya juga akan lahir dengan sendirinya. Bisa berbagi kisah, bisa beresin rumah bareng pasangan, bisa nyiapin sarapan pagi lalu ambilin sepatu sebelum suami berangkat bekerja, atau hal lain yang mengandung unsur kebahagiaan.

Dalam pernikahan nanti, Ketika dalam suatu waktu dirimu merasakan kekecewan, kamu harus bisa memendamnya sendiri. Dan disaat semua hal sudah tidak bisa lagi dibendung, tak ada salahnya jika kamu memilih untuk menangis. Karena salah satu diantara tujuan menikah adalah agar bisa belajar untuk tidak memaksakan kehendak.

Selayaknya dalam memetakan tujuan nikah dirimu memantapkan prinsip agar tidak terus berharap. Kamu juga musti mampu bersabar tidak mendesakkan ego.

Sepasang kekasih harus sadar, bahwa pasangannya bukanlah orang yang sempurna. Pasti ada sisi-sisi kelemahannya. Kamu cukup meminta kepada Tuhan untuk menenangkan hatimu dan mendewasakannya. Maka dari itu semuanya harus dijalani dengan kesiapan mental dan hati yang sedemikian mantap.

Satu hal lagi, jangan mencari pasangan yang suka malas-malasan. Apalagi malas-malasan dalam urusan ibadahnya. Gimana keluarga bisa ngerasain sakinah jika mendekatkan diri dengan Allah aja males.

Dan untuk kalian yang masih dalam masa-masa penantian, semoga Allah memudahkanmu dan lekas mempertemukanmu dengan pasangan yang halal. Bagi kalian yang masih pacaran, admin doakan semoga hubungan kalian segera putus dan lekas nyambung lagi di pelaminan. Heuheuheu.

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf