Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Tuhan Tau Kamu Betah Merindu Tanpa Harus Bertemu

1 min read

Tuhan Tau Kamu Betah Merindu Tanpa Harus Bertemu

Tuhan Tau Kamu Betah Merindu Tanpa Harus Bertemu

Selamat malam wahai hati yang sedang gusar.

Bagaimana kabarmu seharian ini. Apakah nama orang yang kalian cintai masih menetap didoa-doamu?

Atau kalian sudah mulai amnesia dengan perasaan karena tersibukkan dengan pekerjaan?

Atau malah ada nama baru yang menggantikan semua mimpi dan harapan?

Menunggu memang sangat menguras tenaga. Melelahkan? Tentu saja. Melemahkan? Ya, itu juga.

Lelah hati karena harap-harap cemas. Lelah pikiran karena tiap waktu baku hantam dengan kerinduan.

Lemah sukma sebab kekurangan performa. Lemah jiwa karena tersandung sendu suasana.

Rindu adalah kegiatan yang melibatkan hati dan pikiran. Rindu tak pernah bisa disalin ke tempat peristirahatan.

Kerinduan senantiasa bertamu tak kunjung pulang. Datang bersama harapan dan menimpakan kecemasan.

Harapan setia dan cemasan hati yang ta kunjung reda untuk meninggalkan.

Cemas karena takut akan rasa yang disimpan menemui buntu tidak sampai ke tempat yang semestinya.

Namun itu adalah bayang-bayang yang wajar.

Perasaan yang menyergapmu adalah ujian. Tenanglah. Berbiasalah. Lekaslah bangkit dari keterpurukan.

Milikilah pikiran yang teduh dan hati yang teguh. Yakini saja bahwa yang seperti itu akan terlewati dengan baik-baik saja.

Tuhan tau kamu mampu. Mampu untuk berjibaku dengan rindu, menunggu dan terus setia tanpa dibatalkan oleh temu.

Tuhan tau kamu mampu. Berjuanglah semampumu. Percayalah. Cepat tanpa lambat kekasihmu akan meminta restu walimu untuk menjemput.

Jangan menyerah pada keadaan, doakan saja agar kekasihmu diberi kemudahan. Memintalah kebaikan disetiap ujung-ujung sholatmu.

Mungkin terkesan lucu. Dirimu dan kekasihmu adalah dua anak manusia yang saling merindu tanpa harus bertemu.

Namun hebat jika kalian berdua berhasil menepis kemauan itu.

Ini hanya fase dimana kalian diminta bertaruh kesetiaan dan keyakinan. Berat memang. Tapi bersabarlah. Semua sudah Allah tetapkan dalam tabir takdir.

Dua hati yang saling menyatu dalam prinsip yang tegar, akan disirami anugerah yang besar.

Tuhan Tau Kamu Betah Merindu Tanpa Harus Bertemu

Entahlah, biarkan rahasia Tuhan ini menjadi jalan bagi kalian untuk saling berharap dan memantaskan diri.

Biarkan sepasang perasaan menemukan jalurnya, kemana hati harus dilabuhkan dan menetap.

Tugas kalian hanya satu. Menerima takdir ini dengan lapang. Melapangkan hati dan melestarikan usaha untuk menjadi yang terbaik.

Untuk priamu, jadilah pria yang bertanggung jawab. Terutama untuk saat ini adalah tanggung jawab atas rasamu.

Untuk dirimu, jadilah wanita yang pantas untuk disebut namanya di depan wali dan penghulu dan hadirin yang bersaksi.

Memimpikan masa depan adalah sesuatu yang indah, seperti tiada beban yang harus singgah.

Untuk sementara waktu, biarkan mimpi-mimpi kalian menjadi doa, sampai datangnya takdir yang mengaminkan.

Tetaplah berjuang tanpa meninggalkan kata berserah. Simpuhkan doa-doa kalian disisi Tuhan. Sampai pernikahan terkabulkan.

Pada nantinya, kalian akan merasakan betapa manisnya arti perjuangan dan pengorbanan.

Kalian buktikan kepada diri kalian sendiri, dengan berjuang bersama kalian mampu menjadi apapun.

Pastikan hatimu berkeyakinan, bahwa sejauh Allah mengizinkan, segala peristiwa mudah terjadikan. Manusia hanya tertugasi untuk menyakini.

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *