Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Tentang Jodoh

1 min read

Cover Tentang Jodoh

Tentang Jodoh – Simpel saja. Jodoh adalah ketika aku sabar menunggumu lalu kamu berjuang untuk segera menjemputku.

Untuk menghalalkanku memang tak mudah. Aku hargai seluruh usaha yang kamu perjuangkan untukku.

Untuk bisa datang menemuiku membutuhkan lebih dari sekedar niat dan tekad.

Perlu adanya sebuah usaha untuk merawat cinta yang akan kita tandur.

Tentang Jodoh yang Tekun Kusebut ditiap Ujung Sholatku

Tentang Jodoh yang Tekun Kusebut ditiap Ujung Sholatku

Disamping itu juga memerlukan sebuah keyakinan yang kuat kalau kita adalah dua insan yang berjodoh sebelum raga kita terlahir di dunia.

Namun ketahuilah, menunggu seseorang bukanlah perkara mudah. Usaha-usaha yang kulakukan dengan bumbu kesabaran telah aku lakukan.

Semua ini dalam rangka demi memantaskan diri untuk hidup berdampingan denganmu kelak. Beginilah aku memaknai cara mendapatkan jodoh.

Aku sungguh akan ikhlas bila harapan itu diganti dengan seorang yang baik dimata Allah. Karena jodoh adalah cerminan diri kita sendiri.

Dalam penungguan itu aku selalu memanjatkan seunting doa semoga Allah senantiasa memudahkan urusanmu.

Semoga Allah mewujudkan impian-impianmu dan cita-cita keinginanmu.

Semoga Allah juga selalu menyiramkan keyakinan di hatimu bahwa aku setia menunggu dan menjaga hati ini hanya untukmu.

Aku hanya seorang wanita. Biarkan aku pasrah dan memantapkan keyakinanku.

Kubiarkan kepada hati yang akan menuntun langkahmu menujuku.

Biarkan cinta kepada Allah menjadi alasan terbaik agar kita lekas dipersatukan sebagai sepasang pengantin.

Biarkan air mata ini ikut jatuh berlinangan, bersamaan dengan hatiku yang jatuh cinta

hanya sekali saja. Kepadamu.

Dan biarkan semesta merasakan cemburu atas doa-doa yang kita wiridkan disetiap malam.

Wahai pria yang suatu hari nanti akan datang menjemputku, mintalah restu pada Ayah dan ibuku dengan baik-baik.

Ikrarkan janjimu pada Tuhan, kalau dirimu akan dengan tekun membimbingku dan aku akan taat menjadi makmummu.

Genggam tanganku dan bawa aku menuju jalan yang berdermaga di Surga.

Ketahuilah wahai priaku, sumber dari segala bahagiaku adalah bersamamu dan mentaatimu sebagai wujud patuhku pada Tuhanku.

Dengan demikian, adakah alasan bagiku untuk kecewa bersamamu? Tentu aku tidak akan pernah merasa kecewa.

Diriku masih di sini dengan penuh keyakinan dan ketabahan. Aku akan sabar menantimu dengan penuh kemantapan dan seunting harapan.

Sepenuhnya aku yakin bahwa jodoh tidak mungkin tertukar apalagi menghilang.

Harapanku, semoga Tuhan memberiku pria yang terbaik atas usaha memantaskan diri yang sudah aku jalani.

Wahai calon imamku, aku masih disini, bersabar menunggu untuk menjadi pendamping hidupmu di sisa usiaku.

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

2 Replies to “Tentang Jodoh”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *