Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Rencana Pembunuhan Nabi Yusuf

2 min read

Rencana Pembunuhan Nabi Yusuf

Rencana Pembunuhan Nabi Yusuf

Allah SWT telah berfirman, “Sungguh, didalam (cerita) Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat pertanda (kebesaran Allah) bagi para penanya. Ketika salah satu saudara Yusuf berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Benyamin) lebih dikasihi oleh ayah daripada kita. Padahal kita adalah satu kelompok (yang kuat). Sungguh, ayah kita sedang berada dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu tempat agar perhatian ayah tertumpah kepada kalian. Dan setelah itu kalian menjadi orang yang baik.” Seorang di antara mereka berkata, “Janganlah kalian membunuh Yusuf. Kalian masukkan saja Yusuf ke dasar sumur. Agar dikemudian waktu ia ditemukan oleh sebagian rombongan yang lewat. Lakukan begitu saja jika kalian ingin berbuat.” (QS. Yusuf: 7-10).

Pada ayat yang pertama, Allah mengingatkan tentang hikmah, nasehat, dalil dan bukti yang terkandung pada kisah Nabi Yusuf. Kemudian dilanjutkan dengan kisah kedengkian saudara-saudara Yusuf terhadap diri Yusuf. Karena ia dan saudara kandungnya (benyamin) lebih dicintai oleh ayahnya dibandingkan yang lain. Saudara-saudara Yusuf yang seayah saja itu merasa bahwa mereka sebenarnya lebih berhak untuk dicintai oleh ayah mereka dari Yusuf dan Benyamin. “Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata.” Yakni, mereka merasa bahwa ayah mereka telah keliru karena lebih mencintai Yusuf dan Benyamin dibandingkan mereka.

Kemudian mereka merundingkan rencana untuk menghilangkan nyawa Yusuf atau mengasingkannya ke negeri yang jauh. Sehingga ia tidak dapat kembali lagi ke rumahnya. Dengan tujuan agar kasih sayang ayah mereka dapat berpaling kepada mereka saja.

Namun setelah hampir tercapai kata kesepakatan untuk membunuh Yusuf, Seorang di antara mereka berkata, “Jika kalian hendak berbuat, janganlah kalian membunuh Yusuf,. Masukan saja dia kedalam sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir.” Yakni, apa yang kalian sepakati itu bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Tapi aku berpendapat demikian, karena itu adalah jalan tengah antara membunuhnya, mengasingkannya, dan membuangnya ke negeri yang jauh.

Mujahid menafsirkan, bahwa yang berkata itu adalah Simeon. As-Suddi menafsirkan, Yehuda. Sedangkan Qatadah dan Muhammad bin Ishaq menafsirkan, Ruben, anak yang tertua.[1]

Saudara-saudara Nabi Yusuf Membujuk Nabi Ya’qub

Pendapat itupun disetujui oleh yang lain. Maka setelah itu mereka meminta izin kepada ayah mereka. Mereka berkata, “Wahai avah kami! Mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf. Padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan padanya. Besok pagi, ijinkanlah Yusuf pergi bersama kami, supaya dia bisa bersenang-senang dan bermain-main. Kami pasti akan menjaganya.” Dia (Ya’qub) berkata, “Sebenarnyanya kepergian kalian bersama dia (Yusuf) membuatku sedih dan khawatir jika dia dimakan serigala. Sementara kalian dalam keadaan lengah darinya”. Sesungguhnya mereka berkata, “Jika dia dimakan serigala, padahal kami golongan (yang kuat). Jika demikian, tentu kami orang-orang yang merugi.” (QS. Yusuf: 11-14).

Mereka meminta kepada Ya’qub untuk mengizinkan Yusuf ikut bersama mereka dengan berpura-pura ingin menggembalakan kambing sambil bermain dan bersenang-senang. Namun dibalik itu, Allah Mengetahui apa yang sudah mereka rencanakan.

Ayah mereka menjawab, “Wahai anak-anakku, sebenarnya aku sangat keberatan untuk mengizinkan kalian membawa Yusuf walau sebentar saja. Karena aku khawatir kalian akan sibuk sendiri dengan permainan kalian atau apapun yang kalian lakukan. Lalu tiba-tiba ada serigala yang datang dan memakan adik kalian ini. Sementara dia masih kecil dan tidak mampu untuk membela diri”.

“Jika dia dimakan serigala, padahal kami golongan (yang kuat), kalau demikian tentu kami arang-orang yang rugi.” Yakni, jika Yusuf diserang oleh serigala ketika kami sedang berada bersamanya, maka tentu kami termasuk orang-orang yang lemah. Padahal kami bukanlah orang orang yang lemah. Dan jika Yusuf diserang oleh serigala ketika kami lengah menjaganya, maka tentu kami adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dan kami bukanlah orang-orang seperti itu.

Menurut versi Ahli Kitab, setelah mendapatkan izin dari Ya’qub, Yusuf kemudian menyusul saudara-saudaranya ke tempat yang telah diberitahukan kepadanya. Namun kemudian ia tersesat di jalan hingga harus ditunjuki jalannya oleh seseorang agar ia dapat menyusul saudara-saudaranya. Tapi tentu saja ini juga kesalahan Ahli Kitab dalam menuturkan kisah ini, karena untuk pergi bersama saudara-saudaranya saja Ya’qub merasa khawatir terhadap Yusuf, bagaimana mungkin ia membiarkan Yusuf pergi sendirian.

Kisah mengenai Rencana Pembunuhan Nabi Yusuf ini dikutip dari sumber terpercaya dan bisa dipertanggung jawabkan kevalidannya. Silahkan Kunjungi Sepatumerah.net untuk mendapatkan pengetahuan sejarah Para Nabi yang mungkin belum anda ketahui secara mendalam.

Referensi

[1] Lebih lengkap lihat Tafsir Ilbnu Katsir (2/470)

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Kisah Nabi Adam

Ulum
7 min read

Keistimewaan Nabi Sulaiman

Ulum
1 min read

Yusuf Dimasukkan Sumur

Ulum
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *