Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Puisi Cinta dalam Diam

6 min read

Cover Puisi Cinta dalam Diam

Puisi Cinta dalam Diam – Puisi ini mencerminkan sebuah cinta yang tak berbalas. Entah karena nggak di respon, atau cuma di PHPin. Tau nggak sih kalo cinta yang bertepuk sebelah tangan tuh robekan lukanya nggak ngluarin darah. Nggak ditemuin sayatan juga. Tapi jangan tanya deh sakitnya seperti apa. Apalagi saat kamu tau, ternyata doi yang kamu target malah kepergok jadian sama temen akrabmu. Wah ambyar banget tuh.

Sejauh ini, perasaan cinta yang nggak terrespon belum memiliki rumah inap buat nyelesein beban luka yang ditanggung korban. Adanya rumah duka, hati yang gelap gulita penuh kabut kelabu. Parah kan gaess, semakin parah deh derita luka yang ditanggung. Yaudah deh, asal jangan sampe kejang-kejang ya nerima takdir pahit ini.

Larik Kata Jiwa Perindu

Larik Kata Jiwa Perindu

Rindu adalah makhraj cinta paling fasih
Yang dikumandangkan oleh hitungan tasbih
Segala kalimah merangkummu
Segala lantun menyisipkan namamu
Meski ragamu jauh namun terasa dekat
Karena rinduku tak pernah beristirahat
Untuk menembus bertebal-tebal sekat

Sejak sukmaku mengenal rindu
Segala hayalku menjelma dirimu
Aku merendahkan pandangan dalam mengabdi pada kerinduan
Namun meninggikan hasrat dalam mengharap pertemuan
Entah warna apa yang kubawa saat menghadapmu
Tak satupun yang kau terima dariku
Padahal tak berwarna adalah asal dari segala warna

Semua hal menjadi jelas saat diuraikan kecuali rindu
Jika kau merindukan aku
matikanlah semua inderamu
berselimutlah di dasar hatimu
aku di sana selalu menunggu
apakah neraka masih harus kuhuni
sedangkan hanya dengan memendam cinta
aku telah terbakar seratus kali

Saat pesonamu menyerbak seluas semesta
Aku tak merasakan terlibat di dalamnya
Saat kumulai mencari aura cintamu
Aku tersesat karena keluar dari diri sendiri
Padahal dirimu selalu ada dalam hatiku

Jika cinta adalah suara
Maka kita adalah sepasang telinga
Setelah mengenal rindu
hidupku dipenuhi andai dan jika
Yang pergi seberat bukit
Yang datang seberat gunung
Senja adalah saat mentari mengirimkan pesan cinta dari seseorang di tempat terbitnya
untuk kekasih di tempat terbenamnya
Aku iri pada setiap mata yang dapat melihatmu sepanjang waktu
sedangkan aku dalam mimpi pun belum tentu bertemu

Aku tak mengerti
Apakah bayangmu yang selalu mengejarku
Atau diriku yang candu akan bayangmu
menyerah pada nyala api yang masih membara
Dirimu membiarkanku terbakar dalam api
Dalam kobaran rindu yang kau buat

Wahai asmara
Masih bersediakah kau menuntun kami
Mewujudkan lamunan-lamunan
Yang beralirkan kerinduan
Lantas bermuarakan pelaminan

Ada kekosongan bertumpuk
Kala cintamu mulai menyurut
Bahkan saat sorotmu tepat di sorotku
Aku rindu rasa mencintaimu
Aku terbenam dalam senjamu
Tatapanmu adalah lembayung

Yang tersulam dari rajutan asmara
Hingga janin-janin rinduku
Lahir di benua-benua perasaan
Kurang sabar bagaimana kekasih
Sampai aku merelakan diri

Menunggumu dari tawarnya garam sampai asin sekarang ini
Senja menggoreskan tangis di dada
Tentangmu yang tak ingin lagi singgah di setiap derita
Di dadaku yang tak lapang
Senja menitipkan sebuah pesan
Darimu pemilik rindu yang mengajarkan ketabahan

Baca juga : Puisi Tentang Senja

Puisi Cinta dalam Diam Pejuang Cinta

Puisi Cinta dalam Diam Pejuang Cinta

Aku ingin menutup hari ini dengan permintaan maaf
Sebab banyak hati yang kukecewakan dengan perangaiku yang berlinang khilaf
Aku ingin menutup hari ini dengan ajuan harapan
Sebab ia akan menjadi bibit yang kusemai lusa depan
Aku ingin menutup hari ini dengan panjatan doa
Sebab semua lembar data kehidupan hanya kuasa yang Maha Mencipta
Aku ingin menutup hari ini dengan kebahagiaan
Sebab telah banyak kekecewaan yang membekas bersama peluhnya pengorbanan
Aku ingin menutup hari ini dengan senyuman
Sebab telah banyak lelah yang menumpuk bersama peluh-peluh perjuangan

Malam adalah selimut yang membungkus jiwa-jiwa terlanda kesepian
Pekat gulitanya menutupi wajah yang sendu bersama kelabunya kepedihan
Kerlip bintangnya menjadi tanda bagi ragu raga
Yang ditikam tabir kesunyian
Rasa cinta kian beradu
Bila menang berganti syahdu
Bila kalah melebur menjadi debu

Demi ombak yang membelah laut
Kesepianku terbelah saat segalamu tumpah dalam ingatanku
Demi desir angin yang memporakan ribuan pasir
Hatiku kelabakan saat tuturmu kacaukan fokusku
Demi petir yang menyigar kedamaian mega
Jiwaku blingsutan tersigar oleh rusukmu
Demi jantung pemompa seluruh darahku
Sukmaku berdetak merangkak di uratmu
Demi paru yang menjaga nafasku
Rasaku berhembus di sekujurmu
Demi nadi tempat nyawaku bertampung
Asmaraku berdenyut di sendi tubuhmu

Kala hati tanpa suara saling bertaut
Lemah daya tak mampu menasbihkan kata
Hanya menyambungkan duka-duka cinta
Yang bersembunyi dibalik mihrab sungkawa
Udara merabai cinta yang kian dalam
Tapi tak kudapati suara penghilang kelam
Hanya kosong dan jibaku dengan nurani
Menjadi tangguh jadi obat segala cinta suci

Sebenarnya gampang saja untuk meradang demi memaksamu berubah
Namun bukankah segala yang dipaksakan tak akan berakhir indah
Rindukan aku sesempatmu saja
Karena tak ada cinta yang terpaksa
Meski aku merindumu disetiap nafas yang kuhela

Bagiku dirimu hanya ilusi
Hanya menimpakan penasaran
Hanya memantikkan rindu berkepanjangan
Hatiku terpecah bagai beling terbentur lantai
Serpihnya begitu menyiksa
Padahal tak pernah kurasa sebelumnya
Rasa sedahsyat ini

Kita laksana langit dan samudra
Memiliki corak warna yang sama
Tapi tak bertakdir untuk bersama
Diriku tak mampu menjadi mega
Sementara dirimu enggan sebagai ombak
Bagimu akulah senja
Yang hadirnya di nanti namun direlakan pergi
Sementara bagiku dirimulah udara
Yang selalu kubutuhkan meski tak ternilai

Baca juga : Puisi Cinta Bikin Baper

Lantun Syahdu Pengkhayal Cinta

Lantun Syahdu Pengkhayal Cinta

Segala apa bisa kurangkai menjadi kisah
Namun hanya dirimu yang sukar kupahat jadi sejarah
Berkali-kali kucoba menelaah tanpa mengenal lelah
Namun kegagalan datang bertumpah-tumpah
Telah, lagi dan terus saja tak berubah

Ada banyak hal dalam dirimu yang mampu membuatku terkagum
Seakan segala tentangmu adalah mu’jizat yang mampu kurangkum
Hanya saja jengahmu mengantarkanku pada beribu kebisuan
Namun berangsur sirna menjadi bagian yang sulit diterusterangkan

Ada banyak hal yang kuasa membuatku tersenyum manis
Tapi abaimu membuat hasratku kian makin menipis
Seakan seluruh tentangmu seperti mentari yang dinantikan
Namun cuekmu adalah gerhana yang datang membutakan

Ada banyak cara yang mampu membuatku bahagia
Tapi acuhmu menawarkan lembaran duka
Seakan semuamu seperti oasis penawar dahaga
Namun sinismu menjadikanku kelu penuh sungkawa

Kamu akan tetap menjadi muara inspirasiku
Meski banyak tersiar kabar
Bahwa dirimu tidak mencintaiku
Meski banyak hal yang membuatmu tak bisa bersamaku

Tidak apa
Aku akan tetap menjadikanmu sumber inspirasi
Tanpa koma
Tanpa akhir

Baca juga : Romantisme Cerita Cinta

Puisi Cinta dalam Diam Pecandu Hujan

Puisi Cinta dalam Diam Pecandu Hujan

Tentang hujan
Yang tak pernah sendiri kala mengguyur tanah
Kadang ia datang bersama sunyi
Kadang ia turun untuk memusnahkan polusi
Atau sekedar mempause hiruk pikuk pencari materi

Tentang hujan
Yang datang tanpa dampingan mentari
Rintikmu membuat banyak jiwa menggandrungi kontemplasi
Saat gericikmu menyentuh bumi
Aroma tanah menyeruak hidung mematri
Untuk kesekian kalinya hujan memenjarakan pikiran dari banyak hal
Tetes bulir yang menguat bersama kebosanan adalah pertanda kemalasan
Tidak banyak hal yang kulakukan saat turun hujan
Sensasi tiupannya adalah candu yang mendayu-dayu
Membuat kelopak mata semakin sayu
Terkadang hujan juga membiaskan kenangan-kenangan
Yang tercipta dengan suasana penuh rasa ketentraman
Hujan selalu indah untuk dinikmati
Hujan selalu menyiarkan bau harum mewangi
Dia sanggup menampilkan album-album kenangan
Dia kuasa membukakan berbagai peristiwa-peristiwa kasmaran
Hujan sebegitu berarti untuk para penanti
Hujan sedemikian bermakna untuk para pengrajin imajinasi-imajinasi
Puisi cinta Kesetiaan

Wanitaku
Aku akan tetap menunggumu
Meski kutahu bahwa rasa kangen ini setiap detik mengintaiku
kucoba tabassam ditengah kepiluan yang berbuku-buku

Tulang rusukku
Terkadang aku merindukanmu ditengah keramaian
Parasmu tersenyum membuat lelahku sirna berpamitan
Hari-hari sunyi berubah menjadi episode yang menggembirakan
Berbekal senyummu sebagai puncak dari segala perjuangan

Permaisuriku
Mendengar pita suaramu saja hatiku berbunga-bunga seluas taman
Apalagi saat senyum manis itu kau lemparkan
Niscaya sukmaku tergetar lantas kelabakan
Ingin sekali kutangkap auramu untuk kusimpan
Di kedalaman bilik bertiraikan kelambu-kelambu kasmaran

Oh engkauku
Betapa bahagiaku mudah tercipta oleh hal-hal sederhanamu
Kau yang telaten menyimak senja di sesorean waktu
Sementara aku mengamati ronamu lalu kusimpan di album androidku

Akhirnya kitapun tahu
Bahwa kebahagiaan selalu bertalian antara dirimu dan diriku
Wahai perempuan yang akan ada dalam buku nikahku
Jika akhirnya kita bisa menua bersama
Betapa kebahagiaan sungguh akan tercipta
Karena disetiap jengkal waktu yang ada
Aku bisa menikmati kecantikanmu sepenuh selera

Baca juga : Harmonisme Cinta Sejati

Irama Cinta Penyesap Sepi

Irama Cinta Penyesap Sepi

Jiwa yang sepi
Sepi adalah kondisi hati
Dimana Hampa yang selalu terjumpai
Tak ada yang menemani
Layaknya rumah tanpa penghuni

Ketika sepi selalu menyakiti
Ku hanya ingin kembali
Menikmati secangkir kopi
Ditengah tengah penghuni penjara suci

Sepi malam ini
Menjadi saksi sekaligus bukti sakti
bahwa aku tak lebih berarti
Dari ramainya penghuni bumi
Yang selalu mengabdi pada materi

Aku masih bingung ditengah sepi
Tak mengerti arti
Layaknya sufi yang menyusuri jalan sepi
Menghayati dan menikmati
Dengan kemesraan ilahi

Sepiku
Sepiku tak sepatuh pengabdi ilahi
Sepiku tak setabah sufi
Sepiku penuh ambisi duniawi
Yang menutupi titahku sebagai pengabdi
Seperti pohon tua
tinggi dan tua
kau diam dalam sunyi
sendiri menunduk ke bumi
seperti sufi atau orang-orang suci

Seperti pohon tua
Kau melahirkan petapa
Melahirkan burung-burung yang merdeka
Juga semut yang tak lelah bekerja

Seperti pohon tua
Akarmu menacap ke bumi
daun-daunmu merambah langit
jin-jin memelukmu bagai jelmaan kekasih gaib

Seperti pohon tua
kepadamu Tuhan menitipkan tiga rupa lah kekasih sejatimu yang kau cintai selapang berkah
setulus doa-doa

Seperti pohon tua
kau karib dengan udara
di mana cintamu yang lembut terpaut di tiap-tiap denyut

Baca juga : Kata Kata Cinta Remaja Kekinian

Puisi Cinta dalam Diam Pengharap Cinta

Puisi Cinta dalam Diam Pengharap Cinta

Dalam kelabu malam
Termenung ku berseorangan
Ku rajut mimpi di secarik kertas putih
Keinginan demi keinginan terus ku tulis
Hingga terangkai sebuah kata indah

Tegarku jangkahkan kaki
Untuk keinginan mencapai masa depan
Akan kuraih segala mimpi
Kutaklukan semua tantangan
Dan ku pandang dunia nisbi
Dengan harapan nyata penuh keyakinan

Kutuangkan mimpi dengan harapan
Melesat mengejar hayalan
Walau hujan dan petir datang bergantian
Jiwaku tak akan tergoyahkan
Demi mewujudkan mimpi dan harapan

Kutepis semua keraguan
Kupilah setiap langkah kaki yang kuayunkan
Berusaha menghindari jurang keraguan
Tak akan sampai kubiarkan
Mimpiku kandas hancur berkepingan

Mega hitam kian menggumpal
Menumpahkan rintik hujan lebat tebal
Hujan tak menjanjikan pelangi
Tapi kebahagian pasti datang lain hari

Lelap di atas rerimbun mimpi
Kunikmati, kuresapi, kupahami
Berusaha mengejar mimpi
Karena usaha dan keberhasilan
Tidak akan mengkhianatinya
Rindu menggema di ujung luka
Berkonspirasi dengan realita
Mengeja setiap rasa
Berharap menjadi suka

Baca juga : Puisi Tentang Rindu

Syair Cinta Seorang Pendamping

Syair Cinta Seorang Pendamping

Derap langkah menjajaki semesta
Berhajat pada sang pencipta
Agar jiwa dan raga
Tertuntun meraih asa

Aku, kamu, dan bahkan seluruh pasangan kekasih
Pasti memiliki fantasi yang sedemikian rapih
Yang memerlukan arah sebagai pembimbing
Sebagai kekuatan untuk menjemput pendamping

Tempo bergulir melesat
Keringat bercucuran tak tercatat
Cakap hati makin detik makin lambat
Raga mulai terkulai lemas
Namun mimpi belum tercapai tuntas

Banyak legam yang sudah kita tempuh
Meski terhempas lalu berusaha tumbuh
Kamus kehidupan tak mengajarkan kambuh
Pada kata menyerah yang imbaskan peluh

Bagaimana jika terpelanting tumbang
Lantas tersungkur pincang
Bahkan melumpuhkan dengan segala kekang
Ah sudahlah

Aku terkapar lunglai
Mencoba bangkit dari segala kulai
Bangun kembali meraih belai
Manusia hebat itu kita
Jiwa yang kuat masih tetap kita
Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang
Tetapi bagi seseorang kamu adalah dunianya
Aku memperjuangkanmu kekasih

Sekian. Semoga artikel berjudul Puisi Cinta dalam Diam ini bisa meneduhkan hatimu agar tidak semakin rapuh diterpa uji-uji cinta. Kunjungi Sepatumerah.net untuk mendapat inspirasi, motivasi dan kata-kata sastra dunia remaja.

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Puisi Tentang Senja

Ulum
4 min read

Puisi Cinta Bikin Baper

Ulum
4 min read

Kata kata Cinta

Ulum
3 min read

2 Replies to “Puisi Cinta dalam Diam”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *