Puisi Cinta Bikin Baper

Puisi Cinta Bikin Baper – Cinta sejati bagaikan semburat aroma parfum yang menyegarkan indrawi sampai merangsek menuju ketenangan hati. Mendatangkan bias-bias kerinduan menjadi syahdu, yang menggamit-nggamit hati hingga menjadi sedemikian cemburu. Namun, ada kalanya aroma ini menjadi sekuntum rasa alergi. Alergi untuk bersuka cita dan mood gembira, menyulapnya menjadi kesedihan dan derita.

Puisi cinta bikin baper selalu menjadi arsitek bagi siapapun yang sedang dijajah rindu, siapapun yang sedang jatuh di lembah cinta. Fatwa cintanya menggetarkan ia yang sedang kepayang asmara. Cintamu yang selalu melayang-layang bersama imaji membentuk awan-awan puisi. Rindumu yang makin berkibar mengabarkan bahwa hatimu telah dilanda kemerdekaan bercinta. Cinta sejati akan selalu ada diantara ketulusan dan keikhlasan hati.

Puisi Cinta Bikin Baper Pemilik Hati

Puisi Cinta Bikin Baper Pemilik Hati

Hai pemilik hati…
Ijinkan sejenak waktu diriku singgah
Untuk membuktikan bahwa disini ada gairah
Yang telaten menuangkan cinta kedalam cangkir asmaramu
Ulurkan tanganmu biar kubisa menggenggam jemarimu
Demi meletakkan janji suci di telapak lembutmu

Percayalah…
Ini bukan sekedar hasrat sesaat
Namun ini adalah perasaan kekal yang terlanjur mengikat
Dalam kelam aku terdiam melewati masa suram
Dalam sunyi aku terbuai melewati kutukan mimpi
Apa gerangan yang mampu melipur lara
Apa gerangan yang kuasa menawar duka

Kau, sebuah jawab tentang kemenangan dibalik dilema panjang
Kau, sebuah irama tentang kegembiraan dibalik tirani rentang
Kau, sebuah dentum tentang gericik dibawah tragedi kenang
Kau, sebuah lukisan tentang perjuangan dibawah kangen tenang
Masih butuhkah kata iya bila semua telah menyata

Terimakasih terang…
Telah merekam segala kejadian saat mata terasa bugar dari semu
Terimakasih petang…
Telah menerima hati penuh lebam karena dipukuli rindu

Dalam rangkak petang datang sesosok bayang
Yang seharusnya sirna bersama terusirnya siang
Akan jatuh masanya kau kembali pada rengkuhku
Menyadari bahwa sepotong rindu telah berhasil membiusku
Menghilangkan segala ingatan tentang sunyi lara sesuntuk waktu

Arti Sebuah Cinta

Arti Sebuah Cinta

Kekasih…
Namamu adalah syair pengiring tidur yang kurapal lamat-lamat
Bahkan selalu kulantun meski lidahku kaku tercekat
Paras ayumu yang kuamati lambat-lambat
Berangsur melumpuhkan birahiku semasa kita dekat
Karena niatku memang menjaga sucimu dari noda-noda berkarat

Kekasih…
Syair ini kugubah dipenghujung malam
Dengan tubuh sempoyongan menanggung kantuk
Namun namamu tak letih kupuja khusyuk
Katakan saja, iya akupun menampung cinta yang dalam

Kekasih…
Pejam matamu tenangkan pikiran
Mengiringi tidurku dengan mimpi-mimpi keindahan
Bagiku kisahmu adalah detak kehidupan

Kekasih…
Kepada langit yang mengatapi bumi
Aku ingin menjadi merpati yang mengepak kepadamu
Kepada laut yang menampung gelombang ombak
Aku ingin menjadi penyelam yang menemu mutiaramu
Kepada hujan yang mencurahkan segala basuh
Aku ingin menjadi peneduh yang menjagamu dari segala basah

Kekasih…
Aku sadar betapa dahsyatnya nadi cintaku
Aku tahu betapa pedihnya terjarak darimu
Aku paham betapa murkanya hati tersekat dengan ragamu
Mana sanggup aku kuasa lebih lama

Kekasih…
Cinta adalah embun sejuk di selubung fajar
Cinta adalah terik cerah di terang siang
Cinta adalah temaram mentari diujung senja
Cinta adalah bulir gerimis di larut malam

Kekasih…
Cinta adalah pohon rindang peneduh gerah
Cinta adalah desis udara dilorong paru
Cinta adalah tongkat penyangga raga renta
Cinta adalah kompas penunjuk kiblat sebuah rasa

Kekasih…
Cinta adalah lisan pemanjat doa-doa
Cinta adalah penuntun menuju seberkas cahaya
Cinta adalah kesahajaan penerima keterbatasan
Cinta adalah tasbih pemutar nama kekasih

Dentum Gejolak Rindu

Dentum Gejolak Rindu

Kekasih…
Dengan jiwa yang belepotan rindu
Sukmaku hadir untuk bersimpuh
Berselimut jutaan nista yang membalut raga
Bagaikan debu yang berdesiran dipadang pasir
Terombang-ambing oleh riuhan angin

Kekasih…
Percikilah aku dengan air rasamu
Tunjukiku seruas jalan menuju mihrab cintamu
Jadikanlah langkahku sebagai penempuhmu
Dan tanganku sebagai perengkuhmu
Sementara hatiku sebagai penampung segalamu
Serta pena dan secarik kertasku adalah senjata
Untuk berjuang menaklukanmu

Dalam pekat malam kukirim risalah cintaku
Mengantarkan berita, cerita dan derita kelu
Dari hati yang dilanda merindu
Terbutakan oleh pesona elokmu

Aku melihat guratan kegembiraan dalam rekah cintamu
Senyum tipismu bagai kuncup mawar yang basah terbasuh embun
Kembang-kembangmu bermekaran indah di mata pemandang
Menyiratkan percikan sejuk memenuhi semesta

Aku merasakan getarmu saat kedua bola mata saling berkirim tatap
Aku merasakan denyutmu saat mulut-mulut menimpalkan ratap
Seolah isi jagad hanya dua raga yang bertempat
Tak ada selain kita yang terjerat cinta yang sedemikian nikmat

Memendam rindu yang mencabik-cabik nurani
Dan aku mengerti
Sesungguhnya memilikimu adalah anugerah
Yang selalu mendahului gairah-gairah

Kabulkanlah pintaku kekasih
Untuk langgeng mendampingi uban-ubanmu
Enggan rasanya aku meneruskan hidupku jika tanpamu
Meski hanya sesaat waktu saja
Kucitakan cinta dalam pahat berkasih denganmu
Memusimkan semi menyemai talun sembilu

Dirimu adalah hujan bagi kemarauku
Kujaga asaku agar makin tertambat pada sebuah rindu
Kusiramkan air cintamu di ladangku yang sedang bertunasan
Agar kembang-kembangmu lekas bermekaran
Dan asmara kita rimbun penuh kemesraan

Akar-akar cinta saling melekat berpelukan
Engkau adalah bunga pengampir kumbang
Membuat cemburuku kian sumbang
Namun setiamu jelmakan keyakinan
Bahwa tangkai kelopakmu tiada terpetik seseorang

Betapa jemu bila kau dan aku tak temu
Betapa rindu kian tersedu
Betapa gema cinta makin memega
Betapa hati akan berlumuran hampa

Nuansa Romantis Saat Bersamamu

Nuansa Romantis Saat Bersamamu

Mengertilah kekasih…
Purnama yang memendar dari matamu, akan terpancar di sorotku
Pelangi yang melengkung di hatimu, akan mewarna di hatiku
Bebintangan yang mengerjap di parasmu, akan mengerlip di rusukku
Ombak yang berdempuran di lautmu, akan menepi di pantaiku

Saat dirimu tersayat pisau, aku yang mengucurkan darah
Saat kau terluka, akulah yang berduka
Manakala kau sakit, hidupku terasa pahit
Manakala kau sedih, mataku mengucurkan buih

Kekasih…
Demi sanggup menghayati sesorot bulir matamu
Kurelakan diriku termangu-mangu dalam rabun
Hanya terang manikmu yang sanggup aku pandang

Agar mampu menafsiri gerak tubuhmu
Kuikhlaskan diriku terjebak beribu bahasa yang membingungkan
Supaya dapat menangkap isyarat suara bathinmu
Kutekadkan diriku terdiam dalam rahasia abadi yang merisaukan

Biar bisa menjarah utuh cintamu
Kuteguhkan diriku dalam kesetiaan laut tiada tepi
Ketika jarak hendak meretakkan seluruh yang berdetak
Kupunguti asa-asa kenangan yang berpuing-puing

Demi jantung yang memompa seluruh darahmu
Aku mengalir di dalam uratmu
Bergulir sesahaja batu
Bergerak menuju paru
Ruang istikharah untuk memintamu

Hatimu tempat puja-pujiku mendamba
Berkelimpung rusukku saat dirimu tiada
Jantungmu tempat hasratku berdenyut
Disitu aku berdegup dengan segala gugup
Menanti bungamu agar segera kuncup

Diriku mengembara di relungmu
Jiwaku merajut harap di sukmamu
Tapaku menyulam khusyuk di lamunmu
agar kau eja sebagai derap kata yang meratap

Kuamati hitam matamu
Lantas kukirimkan cinta paling syahdu di binarmu
Kudekatkan bibirku ke telingamu
Lalu kubisikkan cinta paling merdu di selaput gendangmu

Aku menampak dalam dirimu yang menolak retak
Sepasrah desing angin yang berisak
Mendamba agar rindu berhenti berbiak
Lekas bertemu tanpa lagi rentang jarak

Puisi Cinta Bikin Baper Kesahajaan Asmara

Puisi Cinta Bikin Baper Kesahajaan Asmara

Kekasih…
Aku mencintaimu
Sedekat kulit menjamah telulang
Sehalus angin menyusup taman
Setabah kaktus dihantam berbagai badai
Setegar bara di belenggu api

Kekasih…
Cinta yang berprestasi adalah cinta yang menuntun
Dari berbagai isu yang berkerumun

Kekasih…
Reputasi cinta adalah setia
Meski penggoda datang berlalu lalang

Kekasih…
Aura cinta adalah menerima
Meski aku sedang dicerca

Kekasih…
Bukti cinta adalah bertahan
Walau gosip kian berhamburan

Duhai hati…
Cinta yang baik adalah cinta yang menggenggammu
Memasuki ruang suci berunding didepan penghulu

Kekasih…
Semoga cintaku menjadi penuntun
Menyusur episode kehidupan yang lebih santun

Kekasih…
Cinta akan menjadi omong kosong
bila kenyamanan tak mampu tumbuh

Percayalah…
Bahwa takdir akan mempertemukan kita
Dalam ikatan tanpa ikut campur perjodohan

Aku ingin menjadi bagian dari kisahmu
Walau hanya beberapa paragraf saja
Atau barangkali hanya sebatas koma
Yang mengatur derap langkah-langkahmu
Atau boleh jadi, menjadi sebuah epilog
Yang akan membersamai akhir kisahmu
Itulah harapanku untuk saat ini

Aku tiada akan menyerah pada amarah
Senantiasa berpedoman dengan tali cintamu agar tidak kehilangan arah
Aku tiada mengenal jenuh pada kepedulian Yang tiada henti membiusku untuk bersegera meraih kemerdekaan
Aku tiada berhenti berharap
Sebab berhenti justru akan memberikan rasa kecewa yang lebih dalam

Terimakasih telah memberiku warna
Pagiku jadi lebih berarti dan punya harapan yang dituju
Maafkan aku kekasih
Yang melibatkanmu untuk menunggu

2 tanggapan pada “Puisi Cinta Bikin Baper”

Tinggalkan Balasan