Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Nabi Sulaiman

2 min read

Nabi Sulaiman Memindahkan Singgasana Ratu Balqis

Nabi Sulaiman Mengumpulkan Rakyatnya

Saat Sulaiman memanggil seluruh rakyatnya guna menanyakan siapa diantara mereka yang mampu memindahkan singgasana Balqis, banyak diantara mereka yang menyanggupinya.

Ifrit dari bangsa jin berkata, “Akulah yang akan membawakan singgasananya kepadamu sebelum engkau beranjak berdiri dari tempat dudukmu. Yakni, sebelum masa sidang yang engkau pimpin ini berakhir. “Dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya. Yakni, aku mampu melakukan hal itu untukmu, dan aku tidak akan menghilangkan apapun yang ada di singgasananya.” Dikatakan, bahwa masa sidang itu dimulai dari pagi hingga tengah hari. Sidang itu membicarakan seluruh permasalahan Bani Israil dan apa saja yang berkaitan dengan keseharian mereka.

Seorang yang mempunyai ilmu berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Riwayat yang diunggulkan menyebutkan bahwa orang itu adalah Ashif bin Barkhina, sepupu Sulaiman sendiri. Ada yang mengatakan, dia merupakan salah satu dari bangsa jin yang beriman dan mengetahui asma Allah yang paling agung.

Ada juga yang mengatakan, ia adalah salah seorang dari Bani Israil, salah satu ulama mereka. Dan ada juga yang mengatakan bahwa orang itu adalah Nabi Sulaiman sendiri. Namun ini sangat aneh sekali, dan dikategorikan sebagai riwayat yang lemah oleh As-Suhaili.

Kemudian ditambahkan pula, Nama Sulaiman tidak mungkin masuk dalam kemungkinan, karena kalimat yang digunakan pada ayat tidak memungkinkannya. Kalau memang ada kemungkinan yang keempat, maka ia adalah malaikat Jibril. Dikatakan, bahwa makna dari kalimat “yartadd ilaika tharfuka” adalah apabila orang yang kamu utus sudah tidak terlihat lagi di ujung sana, maka sebelum ia kembali singgasana itu sudah ada di sini.

Ada juga yang mengatakan, sebelum orang yang paling jauh dan terlihat sedikit oleh matamu itu sampai kepadamu. Ada juga yang mengatakan, sebelum matamu letih ketika terus menerus melihat kepada utusanmu hingga harus berkedip. Dan ada juga yang mengatakan, sebelum kelopak matamu kembali seperti semula saat kamu melihat utusanmu pergi lalu mengedipkan mata. Makna yang terakhir inilah yang paling dekat maknanya dengan kalimat yang digunakan pada ayat di atas.

Singgasana Ratu Balqis Berhasil Dihadirkan

Setelah Sulaiman menyetujuinya dan tiba-tiba melihat singgasana Balqis yang sebelumnya berada di negeri Yaman lalu saat itu sudah berada di hadapannya di Baitul Maqdis dalam sesaat saja, tepatnya dalam sekedipan mata, Beliau berkata “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya).”

Yakni, keajaiban ini termasuk salah satu karunia Allah yang diberikan kepada hamba-Nya, untuk menguji mereka apakah mereka akan bersyukur dengan nikmat tersebut ataukah sebaliknya. Barangsiapa mampu bersyukur, maka sesungguhnya dia telah bersyukur demi (kebaikan) dirinya sendiri. Yaitu, nilai kemanfaatan dari perbuatan syukurnya akan kembali pada dirinya sendiri.

Dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya lagi Mahamulia. Yakni, Allah tidak membutuhkan rasa syukur dari siapapun, dan tidak juga berpengaruh apa-apa jika mereka kufur terhadap nikmat yang diberikan olehNya.

Mengubah Singgasana Ratu Balqis

Setelah singgasana Balqis dihadirkan, kemudian Sulaiman memerintahkan agar singgasana itu diubah perhiasannya, agar tidak dikenali oleh Balqis. Lalu berkatalah Nabi Sulaiman, “Kita akan menguji kemampuan akalnya, apakah Balqis masih mengenalinya ataukah sudah tidak lagi.”

Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), “Serupa inikah singgasanamu?” Berkatalah Balqis, “Seakan-akan itulah singgasanaku.” Jawaban itu menunjukkan kepintaran dan kecerdasan Balqis. Karena memang tidak mungkin singgasananya berada di Baitul Maqdis, ia tidak membawa serta singgasana itu dan meninggalkannya di negeri Yaman.

Orang biasa tidak mungkin terpikir ada seseorang yang mampu melakukan keajaiban hingga dapat memindahkan singgasananya ke tempat itu. Berkatalah Ratu Balqis, “Sebelumnya kami telah diberikan sebuah pengetahuan dan kami tergolong orang-orang yang berpasrah (kepada Allah).”

Kebiasaan Balqis dan kaumnya menyembah selain Allah mencegah mereka (untuk melahirkan keislaman). Sesungguhnya dulunya Balqis termasuk orang-orang kafir. Yakni, kebiasaan dirinya dan kaumnya menyembah matahari mencegah mereka untuk beribadah kepada Allah, sebab kebiasaan itu sudah dijalani sejak bapak-bapak mereka dan orang-orang terdahulu, bukan karena sebuah bukti atau apapun yang mengarahkan mereka untuk berbuat itu.

Kisah Nabi Sulaiman Memindahkan Singgasana Ratu Balqis ini dikutip dari sumber terpercaya dan bisa dipertanggung jawabkan kevalidannya. Silahkan Kunjungi Sepatumerah.net untuk mendapatkan pengetahuan sejarah Para Nabi yang mungkin belum anda ketahui secara mendalam.

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Kisah Nabi Adam

Ulum
7 min read

Keistimewaan Nabi Sulaiman

Ulum
1 min read

Yusuf Dimasukkan Sumur

Ulum
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *