Motto Hidup

Bahagia berbekal motto hidup

Motto Hidup, adalah semacam bumbu yang tersiap di rak-rak dapur kehidupan. Semakin komplit bumbu yang dimiliki, maka aroma masakan akan semakin sedap pula. Semakin beragam bumbu yang tertakar, maka sensasi rasa masakan akan semakin nikmat juga.

Tentu setiap manusia mempunyai motto hidup dalam hidupnya. Motto hidup berfungsi sebagai acuan dan pendongkrak kesemangatan untuk meraih kesuksesan. Ia juga berfaedah sebagai motivator yang setia untuk menginspirasi setiap saat.

Motto hidup juga berperan sebagai penghapus kegelisahan. Ia bagaikan puisi cinta yang akan mengguratkan kegembiraan untuk melipur dan mengobati luka laramu.

Motto Hidup Membuat Jiwa Semangat

Terbitnya motto hidup bisa bersumber dari berbagai macam peristiwa

Sumber Terbit Motto Hidup

Motto Hidup bisa terbit dari berbagai ufuk sumber. Bisa bermula dari ‘dawuh’ seorang Mahaguru. Bisa juga berawal dari sebuah percakapan sederhana yang tercipta saat bercengkerama dengan keluarga. Atau bahkan muncul dari kejadian-kejadian yang menyumbul dari jalanan. Lalu kesemuanya itu dihayati dengan penuh pengilhaman.

Perlunya mengukir relief karakter untuk siaga menghadapi berbagai peristiwa

Mengukir Motto Hidup

Intinya, motto hidup adalah serangkaian kata yang kemudian di jadikan pegangan. Pegangan tersebut jika sudah dibubuhkan dalam dasar prinsip, ia akan mengukirkan relief karakter seseorang. Karakterlah yang nantinya akan membentuk dan menentukan bagaimana seseorang akan bersikap menghadapi peristiwa-peristiwa.

Kehidupan di dunia yang fana ini kerap menyuguhkan berbagai insiden yang mengejutkan. Ironisnya, insiden yang hadir itu tidak selalu ramah. Terkadang ia datang tanpa mengetuk pintu kesiapan kita. Ia datang secara tiba-tiba tanpa ada sepatah kata permisi. Jika ruang tamu hati kita masih berserakan, itu artinya ruangan kita belum siap untuk menerima tamu. Akhirnya manusia akan mengalami titik kelabakan dan kegrogian yang tidak terkontrol.

Bila bersedih, bersedihlah dalam batas kenormalan

Alergi Kesedihan

Di tengah situasi “kesurupan” masal itu kita boleh saja bersedih atau sudah sewajarnya bersedih. Namun, kesedihan itu jangan sampai nyokot ati, ngengleng, mbatin secara berlebihan hingga melampaui takaran :

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا إِلّاَ وُسْعَهَا

Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai takaran kemampuannya.

Justru manusia yang seharusnya tahudiri untuk menjajaki seberapa takaran, wadah, ruang lingkup, kesanggupan dan kemampuan dirinya saat merespon, menampung dan menanggapi setiap fakta yang bergelimang di tabung hasratnya.

Memaksimalkan bahagia dengan variasi macam kegiatan

Berusaha Bahagia

Semampu mungkin, manusia kudu mencapai titik kebahagiannya. Bahagia itu bukan perkara sederhana. Bahagia itu otentik. Bahwa setiap manusia diciptakan secara otentik. Demikian pula dengan kebahagiaan manusianya.

Setiap kebahagiaan memiliki otentitasnya masing-masing. Ruang lingkup dan pemetaan otentitas kebahagiaan tersebut bisa berlaku per individu, per desa, per suku, ataupun per bangsa. Artinya, subjektivitas otentik kebahagiaan antar individu, antar desa, antar suku dan antar bangsa sangat bisa berbeda. Walaupun kebahagiaan tersebut pasti tidak akan bebas nilai.

Disinilah motto hidup mempunyai peran yang teramat penting. Meski tidak sepenuhnya memerankan peran yang merubah. Karena masih ada faktor eksternalitas, yaitu Kuasa Tuhan yang berupa kodrat validNya. Setidaknya motto hidup sudah mampu menghibur hati kita untuk sementara merasa tenang tidak grusah-grusuh.

Bermodalkan motto hidup dan Pembentengan Iman

Benteng Kepribadian

Andaikan jiwa-jiwa manusia sudah terbekali motto hidup dan terbentengi Iman yang cukup, niscaya ia akan tegar menghadapi setiap ruas kendala-kendala. Manusia juga harus sepenuhnya sadar. Bahwa dalam setiap cobaan, seburuk apapun itu, pasti ada sebuah hikmah yang bersembunyi di baliknya.

Percayalah, Tuhan menaruh cobaan sudah ditakar sesuai termometer performa masing-masing manusia. Tuhan Maha tahu dengan seluruh musim yang ada dalam ruang suasanamu. Sikapilah dengan hati yang seluas samudra dan pikiran sedingin salju. Manusia hanya perlu bijak dan merapikan anggapan-anggapan positifnya.

Dokumen-dokumen Tuhan telah mengatur alur kehidupan manusia

Dokuman Tuhan

Di lembaran dokumen-dokumen Tuhan, naskah kemanusiaan sudah disiapkan sebaik-baiknya. Tinggal kitanya saja tabah atau tidak dalam menunggu untuk sekedar merampungkan gerunjalan-gerunjalan. Sejauh ini, manusia hanya tahu apasaja yang ia butuhkan. Tapi Tuhan Maha Waskito dengan hal yang terbaik untuk manusia.

Sebagai hamba yang sendiko dawuh, kita manusia harus legowo dengan segala kerikil yang dituangkan di jalan yang kita tapaki. Biarlah medan jalanan yang kita injaki berparas terjal. Asalkan berhati-hati dalam melangkah, tetap saja akan selamat sampai tujuan.

Dalam beberapa kesempatan, sering penulis temui kebanyakan manusia mempermasalahkan hal yang belum terjadi. Jika demikian dilestarikan, manusia akan memanen berkiloan kerugian. Seharusnya yang dimaksimalkan adalah keadaan yang sedang dihadapi sekarang.

Betapa pentingnya bermodalkan kantong motto hidup

Kantong Kepercayaan

Oleh karena itu, motto hidup yang positif semestinya di kantongi jauh-jauh hari. Semakin kokoh dalam merimbunkan motto hidup, manusia akan semakin tegar untuk melepaskan diri dari fokus-fokus terhadap kemasa depanan. Karena obyek yang seharusnya di seriusi bukanlah masa depan, tapi masa kini.

Merencanakan masa depan adalah sesuatu yang baik. Namun jika sampai mengkhawatirkannya, kacaulah kehidupan yang sekarang. Sudahlah, tidak usah terlalu mengkhawatirkan keburukan-keburukan yang akan menimpa. Asal fokus pada kejadian yang kedisinian, niscaya kedepannya juga akan stabil frekuensinya.

Tetaplah Melangkah dengan berbekal motto hidup

Tetap Melangkah

Hidup di dunia adalah proses menuju ke keabadian hidup. Namanya hidup di dunia, tidak selamanya berjalan mulus sesuai yang sudah diharapkan. Masih ada kemungkinan-kemungkinan yang bakal dihadapkan di persimpangan jalan. Yang terpenting, tetaplah berjalan. Langkahmu masih harus diayunkan agar lekas berjumpa dengan sebuah akhir.

Bila awal kegiatan sudah di tekadi niat baik, maka endingnya juga niscaya akan baik. Dengan satu catatan, niat baik itu peganglah kuat-kuat. Jangan sekalipun mengingkari niat baik yang sudah di diktekan hati. Karena bagaimanapun juga, ketulusan hati dalam menuntun langkahmu tidak pernah menuntut sebuah pamrih. Juga jangan sekalipun menyentuh sifat kesombongan.

Motto Hidup berguna meluruskan komitmen

Penggaris Komitmen

Dalam sudut pandang yang lain, motto hidup juga bertugas sebagai penggaris. Ia akan meluruskan komitmen yang sudah bertunas di hati seseorang. Dengan berpegangan pada motto hidup, seseorang akan lebih lurus, makin fokus dengan cita-cita yang berdenyutan di pikirannya. Ketika seseorang sudah fokus pada satu target, pembuluh semangatnya akan bergairah untuk mencapainya.

Jika tanpa motto hidup, maka fokus seseorang akan bercabang. Targetnya akan serampangan kesana-kesini. Bilamana seseorang fokusnya bercabang, maka predikat baginya adalah si serakah. Dirinya ingin menggenggam segala apapun yang lewat di hadapannya tanpa pertimbangan-pertimbangan yang matang.

Semoga hidup kita senantiasa terberkati oleh welas asih Tuhan..

Sekian..

8 tanggapan pada “Motto Hidup”

  1. Pingback: Puisi Cinta Romantis Penghuni Negeri Kahyangan

  2. Pingback: Teori Kebahagiaan Dalam Analisa Spesifik - Sepatu Merah

  3. Pingback: Dampak Negatif Internet Bila Menjadi Rujukan Ilmu Agama - Sepatu Merah

  4. Pingback: Pacaran adalah proses mengenal pasangan lebih dalam? - Sepatu Merah

  5. Pingback: Filosofi Kopi dalam Relevansi Kehidupan - Sepatu Merah

  6. Pingback: Motivasi Agar Sukses Meraih Impian yang di citakan- Situs Berita Relevan

Tinggalkan Balasan