Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Kisah Nabi Yusuf Dimasukkan kedalam Penjara

3 min read

Kisah Nabi Yusuf Dimasukkan Kedalam Penjara

Kisah Nabi Yusuf Dimasukkan kedalam Penjara

Firman Allah dalam Surat Yusuf Ayat 34-41

“Maka Tuhan mengabulkan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari berbagai tipu daya mereka. Dia-lah dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Yusuf: 34).

Lalu muncullah pemikiran pada mereka setelah melihat adanya tanda-tanda (kebenaran Yusuf), bahwa mereka harus memenjarakan Yusuf Sampai kurun waktu tertentu. (QS. Yusuf: 35).

Dan bersama dia, masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara. Salah satu dari mereka berkata, “Sesungguhnya aku telah bermimpi memeras buah anggur.” Dan yang lainnya berkata, “Aku telah bermimpi membawa roti di atas kepalaku. Dan ada burung yang memakan sebagian roti itu.” Ceritakanlah kepada kami tentang takwilnya. Sesungguhnya kami telah menilaimu tergolong sebagai orang yang berbuat baik. (QS. Yusuf: 36).

Yusuf menjawab, “Makanan apa saja yang akan diberikan kepada kalian, aku dapat menerangkan takwilnya. Bahkan sebelum (makanan) itu sampai kepadamu. Itu sebagian dari yang diajarkan Tuhan kepadaku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka tidak percaya kepada Hari Akhirat. (QS. Yusuf: 37).

Dan aku mengikuti agama nenek moyangku, Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub. Sangat tidak layak bagi kami (para Nabi) mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Itu adalah karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (semuanya). Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (QS. Yusuf: 38).

Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? (QS. Yusuf: 39).

Apa saja yang kalian sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kalian buat- buat. Baik oleh kalian sendiri maupun oleh leluhur kalian. Allah tidak pernah menurunkan suatu keterangan pun mengenai hal (nama-nama) itu. Keputusan tersebut hanyalah milik Allah. Dia (Allah) telah memerintahkan agar kalian tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus. Namun kebanyakan manusia tidaklah mengetahui. (QS. Yusuf: 40).

Wahai kedua penghuni penjara, salah seorang di antara kamu, akan bertugas menyediakan minuman khamar bagi tuannya. Adapun yang seorang lagi dia akan disalib, lalu burung memakan sebagian kepalanya. Telah tertetapkan perkara yang kamu tanyakan (kepadaku).” (QS. Yusuf: 41).

Kandungan Surat Yusuf Ayat 34-41

Keputusan Tuan Aziz

Para ayat-ayat tersebut Allah menceritakan tentang tuan Aziz dan istrinya yang mengambil kesimpulan. Bahwa Yusuf harus dimasukkan ke dalam penjara untuk jangka waktu yang cukup lama. Walaupun mereka telah melihat sendiri dan mengetahui bahwa Yusuf tidak bersalah. Keputusan itu mereka ambil untuk meredam pergunjingan masyarakat terhadap mereka setelah terjadinya peristiwa yang memalukan itu.

Selain itu juga untuk menjaga kehormatan istri tuan Aziz. Karena dengan dipenjarakannya Yusuf maka masyarakat akan berpikir bahwa Yusuflah yang menggoda tuan wanitanya. Maka mereka pun memasukkan Yusuf ke dalam penjara secara dhalim. Namun hal itu juga merupakan ketetapan dan takdir dari Allah untuk Yusuf. Sekaligus sebagai jawaban atas doanya sendiri dan untuk menjaga diri Yusuf dari ketertarikan dan godaan para wanita kerajaan.

Dari kejadian ini ada suatu ungkapan sejumlah kelompok sufi yang diriwayatkan oleh Imam Syafi’i, yaitu, “Tidak menampakkan diri merupakan salah satu bentuk penjagaan diri!”

Teman Sepenjara Nabi Yusuf

Selanjutnya, “Dan bersama dia masuk pula dua orang pemuda ke dalam penjara.” Dikatakan, bahwa salah satu dari mereka adalah pelayan yang bertugas untuk membawakan air bagi raja atau minumannya, namanya adalah Nebo. Sedangkan satunya lagi adalah pelayan yang bertugas untuk memproduksi roti bagi raja atau makanannya, namanya adalah Mujlas.

Keduanya dimasukkan ke dalam penjara karena dituduh berbuat sesuatu. Lalu, ketika mereka bertemu dengan Yusuf di dalam penjara, mereka terkagum-kagum dengan Yusuf. Akhlaknya, budi pekertinya, kesehariannya, kewibawaannya, perkataannya, perbuatannya, peribadatannya, dan pergaulannya yang baik dengan sesama.

Menceritakan Mimpi Kepada Nabi Yusuf

Kemudian, pada suatu hari keduanya bermimpi dalam tidur mereka dengan mimpi yang berbeda. Para ulama tafsir mengatakan, mereka bermimpi pada malam yang sama. Kedua pelayan raja itu kemudian menceritakan mimpi mereka masing-masing kepada Yusuf. Lalu mereka meminta kepada Yusuf untuk menafsirkan mimpi mereka itu dan berkata, “Sesungguhnya kami telah menilaimu tergolong sebagai orang yang berbuat baik.” Yakni, mereka percaya kepada Yusuf ketika ia memberitahukan bahwa ia dapat menafsirkan mimpi seseorang. Kepercayaan itu dilandasi atas dasar segala perbuatan baik yang selalu dilakukan oleh Yusuf.

Tukang air bermimpi melihat tiga tangkai pohon anggur yang telah keluar daunnya dan telah matang buahnya. Lalu ia memetik buah anggur tersebut dan memeras sarinya (membuat jus). Kemudian ia menuangkan sari buah anggur itu ke dalam gelas raja dan menyediakannya kepada raja. Sedangkan tukang roti bermimpi melihat ada tiga keranjang roti berada di atas kepalanya. Lalu sekawanan burung mendarat di keranjang tersebut dan memakan roti yang paling atas yang ada di kepalanya.

“Dia (Yusuf) berkata, “Makanan apapun yang akan diberikan kepadamu berdua, aku telah dapat menerangkan takwilnya, sebelum (makanan) itu sampai kepadamu.” Dikatakan, bahwa makna dari ayat ini adalah, apapun yang kalian lihat dalam mimpi kalian itu, maka aku dapat menafsirkannya sebelum kejadian yang sebenarnya terjadi. Dan, tafsir mimpi yang akan aku sampaikan juga akan sesuai dengan kejadian yang akan terjadi itu. Namun beberapa ulama mengatakan bahwa makna dari ayat ini adalah, “Aku dapat memberitahukan kepadamu makanan apa saja yang akan datang kepada kalian sebelum makanan itu datang.” Makna ini sama seperti perkataan Nabi Isa , “Dan aku dapat beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu.” (Ali Imran: 49).

Pengakuan Nabi Yusuf Tentang Kemampuannya Menafsirkan Mimpi

Lalu Yusuf berkata kepada mereka, “Sesungguhnya ilmu tafsir mimpi ini aku dapatkan dari Allah yang telah mengajarkan aku ilmu tersebut. Karena aku beriman kepada-Nya, mengesakan-Nya, dan selalu mengikuti ajaran para leluhurku, Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub. Sangat tidak layak bagi kami (para nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Itu adalah dari karunia Allah kepada kami. Yakni, dengan memberikan hidayah kepada kami, dan kepada manusia (semuanya). Yakni, dengan memerintahkan kami untuk mengajak mereka bertauhid. Menunjukkan dan mengarahkan mereka kepada jalan yang lurus, dan jalan itu merupakan fitrah mereka dan mengalir dalam darah mereka, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”

Kisah Nabi Yusuf Dimasukkan kedalam Penjara ini dikutip dari sumber terpercaya dan bisa dipertanggung jawabkan kevalidannya. Silahkan Kunjungi Sepatumerah.net untuk mendapatkan pengetahuan sejarah Para Nabi yang mungkin belum anda ketahui secara mendalam.

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Kisah Nabi Adam

Ulum
7 min read

Keistimewaan Nabi Sulaiman

Ulum
1 min read

Yusuf Dimasukkan Sumur

Ulum
4 min read