Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Cinta Tanah Air

3 min read

Khutbah Jumat Cinta Tanah Air

Cinta Tanah Air – Kali ini admin Sepatumerah.net akan menyajikan naskah yang bertalian dengan ritual peribadatan Islam. Yakni khutbah Jumat. Dalam materi kali ini, akan disampaikan betapa pentingnya mencintai bangsa Indonesia dan segala hal yang terkait dengan Kenegaraan. Sangat jelas sekali bahwa kita wajib mencintai Negeri Kita ini. Untuk teks Muqoddimah khutbah I dan II bisa dilihat di artikel yang masih satu kategori dengan artikel ini.

Teks Khutbah Jum’at

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah SWT.
Pertama marilah kita bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, yaitu menjauhi segala larangan Allah dan melaksanakan segala perintah-Nya. Sepatutnya kita memanjatkan rasa syukur yang sedemikian dalam. Karena pada bulan Agustus ini Negara kita Republik Indonesia telah memperingati hari kemerdekaan yang ke-75. Hendaknya kita mengisi momen sakral ini dengan cara menjadi warga negara yang baik dan cinta terhadap tanah air kita, Indonesia.

Agama Islam telah mengajarkan bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari Iman. Tanah air kita adalah Indonesia. Mencintai Indonesia adalah bagian dari iman. Kiai Muhammad Said dalam kitab Ad-Difa’ ani Al Wathan min Ahammi al-Wajibati ala Kulli Wahidin Minna halaman 3 menjelaskan bahwa umat Islam wajib menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu memupuk persaudaraan dan persatuan di kalangan Muhajirin, antara kalangan Muhajirin dan Anshor, serta mengakomodasi kepentingan umat Islam, umat Yahudi, dan orang-orang Musyrik.

Mencintai tanah air merupakan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau sangat mencintai Makkah dan Madinah karena dua tempat mulia itu merupakan tanah air beliau. Mencintai tanah air termasuk bagian dari iman karena tanah air merupakan sarana primer untuk menjalankan perintah agama. Tanpa tanah air, seseorang akan menjadi tunawisma. Tanpa tanah air, agama seseorang akan kurang sempurna. Dan tanpa adanya tanah air, seseorang akan terkurung dalam keterasingan.

Dalam kitab Dalilul Falihin halaman 37 Syekh Muhammad Ali mengatakan:

حُبُّ الوَطَنِ مِنَ الإِيْماَنِ

Artinya: “Mencintai tanah air termasuk sebagian dari iman.”

Terkait anjuran untuk mencintai tanah air, Nabi memberikan sebuah contoh teladan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari juz 3 halaman 23 :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، ( أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ المَدِينَةِ، أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا)

Artinya: “ Qutaibah menceritakan kepada kami, ” Ismail bin Ja’far mengatakan kepadaku tentang hadits yang berasal dari Humaid yang di ceritakan dari Sahabat Anas Bin Malik. Beliau Berkata, Sesungguhnya Saat Nabi Muhammad pulang dari bepergian, setelah melihat dinding kota Madinah beliau bergegas mempercepat laju kendaraan yang dikendarainya. Bahkan sampai beliau menggerak-gerakan binatang yang ditungganginya tersebut. Hal itu dilakukan karena wujud kecintaan beliau terhadap tanah airnya. ” (HR. Bukhari).

Al-Hafidh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari juz 3, hal. 705 menjelaskan bahwa hadits tersebut menunjukkan keutamaan Madinah dan dianjurkannya mencintai tanah air serta merindukannya. Dalam konteks Indonesia, menjaga kemerdekaan RI, menjaga Pancasila, menjaga Bhineka Tunggal Ika, menjaga NKRI, dan menjaga Undang Undang Dasar 1945 adalah bagian dari mencintai Tanah Air.

Bagaimana kita mengisi kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini?

Kaum muslimin jamaah shalat Jumat yang dikasihi Allah.
Sebagaimana yang telah dikutip oleh Muhammad Said dalam kitab Al-Difa’ ani Al Wathan min Ahammi Al Wajibati ala Kulli Wahidin Minna halaman 24-25. Syekh Muhammad Amin As-Syinqithi mengatakan, “Al-Qur’an telah memposisikan umat Islam pada posisi yang merdeka, mulia, terhormat, maju, dan mandiri. Apabila umat Islam berada dalam posisi terbelakang, miskin, atau dalam kondisi yang mundur, maka hal itu lebih disebabkan oleh kecerobohan umat Islam sendiri. Karena meninggalkan kewajiban dalam mengelola kehidupan duniawinya.”

Imam An-Nawawi menyatakan dalam pendahuluan kitab al-Majmu’ mangatakan : “wajib bagi umat Islam untuk bekerja, mandiri, dan produktif dalam segala kebutuhan. Walaupun hanya memproduksi sebuah jarum maupun garam.

Umat Islam tidak boleh tergantung pada umat lain. Sebab tolok ukur kekuatan umat Islam tergantung terhadap kemandiriannya dalam mencukupi kebutuhan. Untuk mengisi kemerdekaan dan mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, maju dan berdaulat, setiap warga memperjuangkan bangsa sesuai profesi masing-masing.

Jika menjadi pejabat, jadilah pejabat yang baik, amanah, jujur, dan tidak korupsi. Jika menjadi tenaga pengajar, jadilah pengajar yang baik, produktif dalam mengembangkan karya ilmiah, jujur, dan mendedikasikan diri untuk masyarakat. Jika menjadi pelajar, jadilah pelajar yang rajin menuntut ilmu di bidang masing-masing, karena ilmumu kelak dibutuhkan oleh bangsa dan umat.

Secara umum, jadilah warga Negara yang selalu berusaha berbuat baik dalam segala kondisi, tempat, dan berperilaku baik dengan akhlak yang mulia. Berusaha untuk berbudi pekerti luhur, menjaga moral, dan membangun kecintaan terhadap tanah air dengan jalan yang baik. Kaum muslimin jamaah shalat Jumat hafidhakumullah!

Mengapa hubbul wathan minal iman? Kita harus mencintai tanah air. Karena dengan terwujudnya rasa cinta terhadap tanah air kondisi bangsa dan negara akan aman dan stabil, umat Muslim bisa beribadah dengan nyaman, beramal dengan baik. Dan tentunya dapat beristirahat dengan nyenyak.

Bayangkan saudara kita yang dilanda peperangan, seperti di Suriah, Afghanistan, Irak, dan Libya, mereka tidak pernah merasakan nyaman dan enak. Atsar Khalifah Umar bin Khatab sebagaimana dikutip Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan juz 6 halaman 442 menyatakan:

ﻟَﻮْلَا ﺣُﺐُّ ﺍﻟْﻮَﻃَﻦِ ﻟَﺨَﺮُﺏَ ﺑَﻠَﺪُ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀ ﻓَﺒِﺤُﺐِّ ﺍﻟْﺎَﻭْﻃَﺎﻥِ ﻋُﻤِﺮَﺕِ ﺍْﻟﺒُﻠْﺪَﺍﻥُ

Sayyidina Umar RA berkata: “Andaikan saja perasaan mencintai tanah air tidak terwujud, niscaya hancurlah negara yang terpuruk. Dengan adanya rasa cinta tanah air, maka sebuah negara akan menjadi jaya.”

Dengan tertunaikannya rasa cinta kepada tanah air, setiap orang akan mempunyai keinginan untuk menjadikan tanah airnya maju, aman, dan damai. Dengan terwujudnya cinta tanah air, seseorang tidak menginginkan bangsanya hancur, terpecah belah, penuh konflik, dan saling bermusuhan. Dengan adanya perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 ini, semoga Negara Indonesia menjadi negara yang maju, aman, damai, tentram, sejahtera dan dicintai rakyatnya. Serta menjadi negara yang baik dan diampuni oleh Allah Subhanahu Wata’ala ( baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).

بارك الله لي ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم بفهمه إنه هو البر الرحيم

 

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *