Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Burung Hudhud

2 min read

Burung Hudhud

Firman Allah tentang Burung Hudhud

√ Surat An Naml Ayat 20

“Nabi Sulaiman memeriksa kawanan burung kemudian berkata, “Kenapa aku tidak melihat Hudhud, apakah ia termasuk yang tidak hadir?

√ Surat An Naml Ayat 21

Aku pasti akan menghukumnya dengan hukuman berat atau akan kusembelih. Kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.”

√ Surat An Naml Ayat 22

“Tidak berlangsung lama kemudian (Hudhud datang). Kemudian ia berkata, “Telah kuketahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Sabaa’ membawa suatu berita yang meyakinkan.”

√ Surat An Naml Ayat 23

“Sungguh, kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugrahi segala suatu serta memiliki singgasana yang besar.”

√ Surat An Naml Ayat 24

“Aku (burung Hud hud) mendapati dia dan kaumnya telah menyembah matahari, bukan kepada Allah. Dan setan telah menjadikan perbuatan-perbuatan (buruk) mereka terasa indah bagi mereka. Sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk.”

√ Surat An Naml Ayat 25

“Mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apasaja yang tersimpan di langit dan di bumi dan yang Maha mengetahui apapun yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan.”

√ Surat An Naml Ayat 26

“Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai Arsy Yang Agung.”

√ Surat An Naml Ayat 27

“Nabi Sulaiman mengatakan “Kami akan melihatmu, apakah tergolong yang benar, ataukah yang membuat dusta.”

√ Surat An Naml Ayat 28

“Pergilah bersamaan (membawa) suratku ini. Kemudian jatuhkanlah kepada mereka. Lalu menjauhlah dari mereka dan perhatikan yang mereka bicarakan.”

√ Surat An Naml Ayat 29

“Dia (Balgis) berkata, “Wahai para pembesar, Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.”

√ Surat An Naml Ayat 30

“Sesungguhnya surat itu berasal dari Sulaiman yang berisi, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

√ Surat An Naml Ayat 31

“Janganlah kamu bersombong kepadaku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”

√ Surat An Naml Ayat 32

“Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku).”

√ Surat An Naml Ayat 33

“Mereka (para pembesar) berkata, “Kita mempunyai kekuatan dan keberanian yang dahsyat (untuk berperang). Akan tetapi (segala) keputusan berada di tanganmu, maka silahkan mempertimbangkan apa yang akan tuan perintahkan.”

√ Surat An Naml Ayat 34

“Dia (Balqis) berkata, “Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina, dan demikian yang akan mereka perbuat.”

√ Surat An Naml Ayat 35

“Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu.”

√ Surat An Naml Ayat 36

“Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata, “Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu, tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.”

√ Surat An Naml Ayat 37

“Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Sabaa’) secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina-dina.”

Tafsir Ringkas Surat An Naml Ayat 20-37

Pada ayat-ayat ini Allah mengisahkan tentang Nabi Sulaiman yang tidak mendapati burung Hudhud tatkala semua jenis burung melaporkan diri dan melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. Burung-burung itu memperlihatkan ketundukan mereka terhadap raja Sulaiman, sebagaimana biasa dilakukan oleh bala tentara dari bangsa manusia terhadap rajanya.

Ketika pada suatu hari Sulaiman hendak memberikan instruksinya kepada burung Hudhud, ia tidak menemukannya di tempat yang seharusnya ia berada. Lalu Sulaiman berkata, “Kenapa tidak kulihat Hud hud. Apakah ia tergolong yang tidak hadir? Pasti aku akan menghukumnya dengan hukuman yang berat.” Apa yang terjadi dengan burung Hud hud hingga aku tidak melihatnya disini. Beliau Nabi Sulaiman mengancam burung Hud hud dengan suatu hukuman.

Hukuman yang Akan dijatuhkan untuk Burung Hudhud

Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai hukuman tersebut. Namun semua hukuman yang mereka katakan, mungkin saja dijatuhkan kepada Hudhud. Karena yang pasti, inti dari ancaman itu akan mudah tercapai. “Akan kusembelih ia, kecuali alasan yang jelas. Yakni, dengan alasan yang dapat membebaskannya datang kepadaku dengan dari ancamanku”.

Tugas burung Hudhud sendiri, seperti disebutkan Ibnu Abbas, adalah mencari dan mendapatkan sumber air disaat seluruh pasukan mengadakan perjalanan panjang di padang tandus dan kehabisan perbekalan air. Burung Hudhud diberikan kekuatan oleh Allah untuk mencari hingga di paling bawah batas bumi.

Apabila burung Hudhud telah menunjukkan ada sumber air di bawah tanah terdekat, maka para pasukan akan menggali tanah tersebut hingga sumber air itu didapatkan. Lalu mereka mengambil air itu dan menggunakannya untuk segala kebutuhan mereka.

Kisah ini dikutip dari sumber terpercaya dan bisa dipertanggung jawabkan kevalidannya. Silahkan Kunjungi Sepatumerah.net untuk mendapatkan pengetahuan sejarah Para Nabi yang mungkin belum anda ketahui secara mendalam.

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Kisah Nabi Adam

Ulum
7 min read

Keistimewaan Nabi Sulaiman

Ulum
1 min read

Yusuf Dimasukkan Sumur

Ulum
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *