Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Burung Hud hud

2 min read

Burung Hud Hud

Burung Hud hud Bercerita tentang Ratu Balqis

Burung Hudhud menjelaskan kepada Sulaiman bagaimana Kerajaan Saba’ yang terletak di negeri Yaman itu memiliki kekuasaan yang besar. Kerajaan itu membawahi sejumlah pemimpin yang bermahkota. Padahal, kerajaan itu dipimpin oleh seorang wanita, anak tunggal dari raja sebelumnya.

Kemudian Burung Hud hud juga menyebutkan setelah itu bahwa masyarakat yang dipimpin oleh Balqis tersebut telah kafir kepada Allah. Mereka tidak menyembahNya, melainkan menyembah matahari. Mereka telah disesatkan oleh setan hingga tidak lagi mengikuti ajaran tauhid, yaitu ajaran untuk menyembah Allah saja.

Karena hanya Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang disembunyikan dan yang diatakan. Yakni, mengetahui apa yang terlihat oleh manusia dan juga apa saja yang tidak bisa mereka lihat. Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy Yang Agung. Yakni, Allah memiliki ‘Arsy (singgasana) yang paling agung. Tidak ada satu keagungan manapun yang dapat menandinginya.

Balqis Diangkat Menjadi Ratu Kerajaan

Ats-Tsa’labi dan ulama lain menyebutkan,[1] sebenarnya setelah ayah dari Balqis meninggal dunia, mereka mengangkat seorang laki-laki sebagai raja mereka. Namun ia menyalahgunakan jabatannya. Lalu diutuslah Balqis oleh mereka untuk menikah dengan raja tersebut. Dan setelah menikah Balqis memberinya minuman khamar hingga ia mabuk berat. Lalu Balgis memenggal kepalanya dan menancapkan kepalanya di depan pintu kerajaan. Rakyatnya pun bersorak sorai merayakan kematian raja itu. Lalu mereka langsung mengangkat Balqis sebagai ratu mereka.

Ats-Tsa’labi juga meriwayatkan, dari Abu Abdillah bin Qabhunah, dari Abu Bakar bin Jurjah, dari Ibnu Abi Laits, dari Abu Kuraib, dari Abu Umayah, dari Ismail bin Muslim, dari Hasan, dari Abi Bakrah. Ia berkata, Ketika nama Balqis disebutkan di hadapan Nabi, beliau bersabda, “Tidak berhasil suatu kaum, apabila mereka dipimpin oleh seorang wanita”.

Ismail bin Muslim yang biasa dikenal dengan sebutan Al-Makki adalah perawi yang tergolong lemah. Namun hadits ini diperkuat oleh hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab shahihnya,[2] dari Auf, dari Hasan, dari Abu Bakrah Ia berkata, Ketika Rasulullah mendengar laporan bahwa penduduk Persia mengangkat seorang wanita menjadi kaisar mereka, beliau berkata, “Tidak akan berhasil suatu kaum, apabila mereka dipimpin oleh seorang wanita.”

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi[3] dan Nasa’i, melalui Humaid, dari Hasam, dari Abi Bakrah, dari Nabi, dengan matan yang sama. Lalu Tirmidzi mengatakan, “Hadits ini berkategori hadits hasan shahih.”

Sepenggal Identitas Ayah Ratu Balqis

Ayah Balqis bernama Sairah, dan setelah menjadi raja ia dikenal dengan nama Hadhad. Ada juga yang mengatakan bahwa namanya adalah Syarahil bin Dzi Jadan bin Sairah bin Harits bin Qais bin Shaifi bin Saba bin Yasyjub bin Ya’rub bin Qahthan.

Ayah Balqis adalah salah satu raja terbesar saat itu. la selalu menolak untuk menikah dengan wanita dari penduduk Yaman, hingga akhirnya ia menikah dengan wanita dari bangsa jin yang bernama Raihanah binti Sakan. Dari pernikahan itulah lahir anak perempuannya yang mereka namakan Talqamah. Namun setelah diangkat menjadi raja namanya diganti menjadi Balqis.

Ats-Tsa’labi juga meriwayatkan sebuah hadits tentang hal ini, melalui Said bin Basyir, dari Qatadah, dari Nadhar bin Anas, dari Basyir bin Nahik dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda, “Salah satu orang tua Balqis adalah keturunan dari bangsa jin”. Namun hadits ini tergolong hadits gharib, dan pada sanadnya pun terdapat kelemahan.

Kisah tentang Burung Hud Hud ini dikutip dari sumber terpercaya dan bisa dipertanggung jawabkan kevalidannya. Silahkan Kunjungi Sepatumerah.net untuk mendapatkan pengetahuan sejarah Para Nabi yang mungkin belum anda ketahui secara mendalam.

Referensi Bacaan Laporan Burung Hud hud tentang Ratu Balqis

[1] Lihat, Araais Al-Majalis karya ats-Tsa’labi (278-279). Riwayat tersebut juga tercantum dalam Kitab Al-Kamil karya Ibnul Atsir (1/232-233).

[2] Shahih Bukhari.Bab Peperangan, Bagian Surat dari Nabi yang Ditujukan Kepada Raja dan Kaisar (4425,dan pada Bab Fitnah (7099).

[3] Sunan At-Tirmidzi, Bab Fitnah (2262).

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Kisah Nabi Adam

Ulum
7 min read

Keistimewaan Nabi Sulaiman

Ulum
1 min read

Yusuf Dimasukkan Sumur

Ulum
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *