Arti Subhanallah

Arti Subhanallah – mungkin panjenengan semua sudah banyak yang tahu tentang arti lafadz ini secara umum. Kalimat “Subhanallah” termasuk jajaran kalimat thoyyibah yang bermakna religi sedemikian dalam. Kalimat tersebut juga menjadi simbol kesalehan bagi seorang Muslim. Karena dengan kalimat itu, seseorang mampu membersihkan aib, persangkaan tidak baik dan angan-angan rusak lainnya.

Sebaik-baik perkataan adalah perkataan dzikir. Seburuk-buruk perkataan adalah perkataan musyrik dan maksiat. Maka seorang mukmin tidak akan menyibukkan dirinya untuk mengucapkan kata-kata yang sia-sia. Seperti halnya mencela, memaki, mengumpat, berbohong, berkata kotor dan lain sebagainya.

Penjabaran Arti Subhanallah

Penjabaran Arti Subhanallah

Kata “Subhanallah” terdiri dari dua kata, yaitu subhan dan Allah. Dua kata ini dalam tata bahasa arab dinamakan sebagai susunan Idhofah yang faidahnya lil milki. Artinya, Allah adalah Dzat yang Suci. Dzat yang mustahil tercampuri keburukan-keburukan.

Subhanallah adalah frasa dalam bahasa arab yang sering di terjemahkan menjadi “Maha Suci Allah”. Maksudnya, Allah Suci dari segala keburukan, kekurangan, kecacatan dan segala hal buruk lainnya. Ungkapan ini sekaligus menandakan kebesaran dan keagunganNya. Hanya Allah lah yang berhak memiliki kesucian yang esensial.

Asal dari sisi bahasa sesungguhnya telah menunjukkan makna sepotong kata itu. Ia diambil dari akar kata “Sabhun” (Nahwu;red) yang maknanya jauh. Jika ada orang arab mengatakan “Subhana min kadza”, maka maksudnya adalah perkara itu sangat jauh dari dirinya.

Maka untuk arti “Subhanallah” ialah, menjauhkan persepsi-persepsi buruk yang di sandarkan dengan sifat ke“maha suci”an Allah. Sederhananya, kalimat “Subhanallah” memiliki maksud upaya mensucikan Allah dari pensifatan dan persangkaan-persangkaan yang tidak terpuji.

Arti Subhanallah dari beberapa pendapat

Arti Subhanallah Dari Berbagai Komentar

  • Imam Ali KW berkata, “Subhanallah artinya mengagungkan kedudukan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Mulia serta mensucikan DzatNya dari sifat-sifat makhluk yang diyakini orang-orang musyrik. Ketika seorang hamba mengucapkan kalimat ini, semua malaikat mendoakan keselamatan kepadanya”.
  • Dari Maemun Bin Mahran, “Subhanallah adalah pengagungan terhadap Allah”.
  • Diari Mujahid. Beliau berkata, “Tasbih adalah menahan untuk Allah dari semua kejelekan”.
  • Dari Hasan. Beliau berkata, “Subhanallah adalah kalimat terlarang untuk dipakai makhluk”.
  • Dari Abu Ubaidah Ma’mar Bin Mutsanna. Beliau berkata, “Subhanallah adalah membersihkan dan melepaskan Allah dari segala unsur kejelekan”.

Manfaat melanggengkan membaca Subhanallah

Manfaat Melanggengkan Subhanallah

Sebagai seorang muslim yang loyal pada ajaran-ajaran Agama, tentu dengan semaksimal mungkin akan menjalani tuntunan Agama secara gembira. Apapun yang di rekomendasikan Syariat akan ditegakkaan dengan kukuh. Dibawah ini akan penulis sampaikan beberapa manfaat yang dapat kita petik saat lestari mengamalkan dzikir Subhanallah. Berikut daftar kemanfaatannya :

  1. Mendapatkan ampunan semua dosa, baik yang sudah lewat ataupun yang akan terjadi. Dan bahkan dapat memberatkan timbangan amal baik. Rasulullah Bersabda : “Terdapat dua kalimat yang disukai oleh Allah yang Maha Welas Asih, ringan untuk di ucapkan dan mampu memperberat timbangan kebaikan. Dua kalimat tersebut adalah subhanallah wa bihamdih, subhanallahil adhim”. [H.R Imam Bukhari]
  2. Bacaan Subhanallah atau Kalimat Tasbih adalah salah satu kalimat yang paling disukai oleh Allah. dalam sebuah hadits disampaikan, perkataan yang paling disukai Allah ada empat : Subhanallah(Maha Suci Allah), Alhamdulillah(segala puji hanya milik Allah), Laa Ilaha Illallah(tiada Tuhan selain Allah), dan Allahu Akbar(Allah Maha Besar). [H.R Imam Muslim]
  3. Ucapan Tasbih mampu menjadi alat pembuktian/kesaksian bagi perbuatan seseorang pada Hari Kiamat. dalam hadits disampaikan, “Hendaklah kamu sekalian membaca Tasbih, Tahlil dan Taqdis (penyucian). Maka janganlah kamu lalai. Karena bacaan-bacaan itu mampu memberikan kesaksian pada Hari Kiamat”. [H.R Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi dan Imam Hakim]
  4. Dijanjikan surga. Dalam Hadits diterangkan, “Barangsiapa mengucapkan Subhanallah wa bihamdihi, maka Allah akan menanamkan sebatang pohon kurma disurga untuknya”. [H.R Imam Tirmidzi]
  5. Mendapat limpahan kebaikan dan penghapusan dosa. Rasulullah pernah Bersabda, “Apakah salah seorang tidak sanggup mengusahakan seribu kebaikan setiap hari?” Maka ditanyakan kepada beliau : “Bagaimana hal itu dapat dilakukan wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Dengan cara bertasbih kepada Allah 100 kali. Dengan bacaan tasbih sehitungan tersebut, akan dicatat 1000 kebaikan untuknya dan dihapuskan 100 keburukan darinya”. [H.R Imam Bukhari]

Ayat Al Qur’an yang memuat kata Subhanallah

Kutipan Ayat Al Quran

  1. Q.S Al Hasr Ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
    “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Maha Mengkaruniai Keamanan, Yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”[Q.S Al Hasr : 23] 

    Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa hanya Allah lah yang berhak disembah. Karena tidak ada satupun Tuhan yang Haq selainNya. Dialah pemilik segala sesuatu. Yang mendekat kepadanya tiada penolakan dan penghalangan. Yang Maha Suci dari segala kekurangan. Yang selamat tanpa noda aib. Yang membenarkan para Nabi dan RasulNya dengan wahyu-wahyu yang jelas.

    Allah adalah Dzat Yang mengawasi seluruh makhlukNya dalam seluruh amal perbuatan mereka. Yang Maha Perkasa tidak terkalahkan. Yang Maha Kuat melampaui kebisaan makhluk-makhlukNya. Yang ditunduki oleh semua makhluk. Pemilik kebesaran dan keagungan. Yang Maha Suci dari segala jenis persekutuan.

  2. Q.S As Shoffaat Ayat 158-159
    وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۚ وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ * سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُون
    “Dan mereka adakan(hubungan) nasab antara Allah dan para jin(malaikat). Dan sesungguhnya para jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (kedalam neraka). Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan.”[Q.S As Shoffaat : 158-159] 

    Dua ayat tersebut menginformasikan kepada kita bahwa orang-orang musyrik memiliki anggapan bahwa Allah dan malaikat mempunyai hubungan nasab. Mereka mengklaim bahwa malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.

    Orang musyrik menyebut malaikat dengan sebutan “jinnah” karena mereka(malaikat) adalah makhluk yang tidak terdeteksi indra penglihatan manusia. Dan sesungguhnya para malaikatpun sudah mengetahui bahwa orang-orang musyrik itu nantinya akan diseret ke dalam neraka.

  3. Q.S Al Mukminun Ayat 91
    مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
    “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak. Dan tidak sekalipun ada Tuhan (yang lain) bersamanya. Andaikan ada tuhan (yang lain) bersamaNya, masing-masing tuhan akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian tuhan yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.[Q.S Al Mukminun : 91] 

    Ayat diatas memberitakan bahwa Allah tidak mengadakan seorangpun anak. Dan tidak ada satupun sesembahan selainNya. Sebab, andaisaja dalam semesta ini ada Tuhan sesembahan yang lebih dari satu, pastilah tiap-tiap tuhan akan memperhatikan makhluk-makhluk ciptaannya sendiri-sendiri.

    Keadaan kemajemukan tuhan itu berpotensi menimbulkan konflik serta keinginan mengalahkan tuhan-tuhan yang lain. Hal itu ibarat yang terjadi antara raja-raja yang ada di muka bumi ini. Bila hal itu terjadi, tentu akan terwujud sebuah suasana semesta yang kacau. Sungguh, Allah Maha Suci dari apa yang mereka sandangkan bahwa Allah memiliki sekutu dan anak.

Sisi positif memahami Arti Subhanallah

Sisi Positif Memahami Arti Subhanallah

Ketika kita mau memahami arti Subhanallah secara mendalam, kita akan mendapati beberapa butiran-butiran hikmah dari perenungan tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Perasaan akan tertunduk dan tersadar. Bahwa diri kita ini lemah serta kotor penuh kelaliman.
  2. Terselamatkan dari wacana-wacana distorsif dan kemaksiatan yang merajalela.
  3. Terlindung dari polusi kejahatan dan gairah perilaku tercela.
  4. Aman dari hal-hal yang berpotensi meracuni pikiran dan akidah.
  5. Hati mendapatkan proteksi dari ancaman kebusukan setan.
  6. Senantiasa memiliki kebeningan dalam meniatkan suatu perkara.
  7. Akal menjadi steril dari imajinasi-imajinasi keruh.
  8. Prinsip spiritual terbersihkan dari noda-noda yang berpeluang mengotori.

Epilog deskripsi

Epilog Deskripsi

Kalimat tasbih merupakan untaian lafadz dzikir yang sebaiknya disebutkan terlebih dahulu sebelum menyebutkan dzikir lain. Seseorang akan dinilai menyalahi sebuah aturan moral berdzikir jika ia terlebih dulu menyebut hamdalah. Karena pujian datang setelah fase pensucian.

Urutan tersebut sudah relevan dengan gaya pembahasan Al Qur’an di berbagai tempat. Ia terlebih dulu menyebutkan apasaja yang wajib di jauhi, karena didalamnya ada unsur pensucian. Secara otomatis, jika yang buruk sudah di jauhi, berarti ia telah melakukan kebaikan.Secara umum, dzikir tasbih adalah suatu hal yang utama. Sebab, tasbih adalah dzikir semua makhluk dan bisa dikerjakan tanpa adanya batasan waktu. Mari kita semua membiasakan diri mensucikan Dzat Allah dengan penuh keikhlasan.

Harapan penulis, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. kita kuasa untuk memahami arti subhanallah serta senantiasa mampu istiqomah mendzikirkan kalimat thoyyibah itu. Kurang santun dalam berbahasa, penulis memohon maaf dengan penuh kerendahan hati.

Sekian..

Baca juga : Arti Assalamualaikum

1 tanggapan pada “Arti Subhanallah”

  1. Pingback: Arti Assalamualaikum Arti Assalamualaikum - Sepatu Merah

Tinggalkan Balasan