Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf

Arti Ghibah Menurut Islam

4 min read

Cover Arti Ghibah

Arti Ghibah Menurut Islam – Kayaknya memang kurang renyah kalau pas lagi ngumpul kok nggak sekalian nyinyirin orang lain. Entah berupa isu terkininya, kabar burung suaminya, maupun isu-isu liar lainnya. Sebenarnya ghibah akan terasa lebih bermanfaat jika dihindari sedari dini. Karena sebagus-bagusnya manusia adalah dia yang menyenangkan sebab diam dari bergosip. Namun sayangnya, diam memang suatu hal yang begitu tidak menyenangkan.

Seseorang akan sangat bergairah untuk masuk ke wilayah orang lain bukan pada ruang lingkup kebaikan dan kebahagiaannya. Namun cenderung merambat ke tingkat yang lebih ekstrim. Yakni menelisik lalu menghambur-hamburkan keburukan dan kesusahan yang sedang melanda orang lain.

Bagi penggosip, kehidupan orang lain ibarat roti bakar yang empuk untuk dinikmati menjadi bahan obrolan keseharian. Hal ini sudah lumrah terjadi di masyarakat hingga menjamur dimana-mana. Bedanya, obrolan yang ada bergantung dari cara pandang yang digunakan. Apakah berujung dengan adanya hikmah atau murni untuk mendapatkan kepuasan dalam merendahkan.

Kebanyakan yang terjadi dari kegiatan ilegal ini adalah timbulnya rasa saling mencurigai terhadap kehidupan orang lain. Atau hasil sederhananya adalah membanding-bandingkan dengan diri kita, keluarga kita, serta orang-orang di sekitar kita.

Arti Ghibah Menurut Pandangan Islam

Arti Ghibah Menurut Pandangan Islam

Ghibah adalah tindakan mempublikasikan keadaan yang terdapat dalam diri orang lain. Sementara orang yang bersangkutan tidak akan merasa suka jika sampai hal itu terjadi. Entah berkaitan mengenai jasmaninya, rasnya, agamanya, hartanya, bentuk fisiknya, perilakunya, hatinya, keturunannya dan hal-hal lain sebagainya.

Ghibah memiliki bahasa ilmiah yang kekinian yakni melakukan penelitian kualitatif dengan metode Focus Group Disscussion. Penelitian ini berfokus pada kegiatan untuk memahami sebuah permasalahan (orang). Heuheuheu, keren kan.

Macam-macam tindakan ghibah

Macam-macam tindakan

Cara yang digunakan untuk mengghibah orang lain ada beberapa macam. Diantaranya,

  • Membeberkan aib
  • Menirukan perilaku atau gerak khas seseorang

Yang tujuan bakunya adalah memperolok-olok. Manusia makin merenta, umur kian mendekati ajal. Meskipun Ghibah adalah tradisi ilegal yang menyenangkan, namun secara terus menerus akan memberikan kesakitan fisik semakin dalam.

Kemunculan Ghibah

Kemunculan Ghibah

Ghibah merupakan luapan dendam mental yang terpendam di kedalaman kesumat. Ghibah muncul disaat sebuah momen perkumpulan mulai menyebutkan keadaan orang lain dengan narasi yang tidak disenangi penyebutan dan penyebarannya. Normalnya, dalam sebuah perkumpulan akan membicarakan keadaan orang yang tidak ikut berkumpul. Dan tema pembicaraan yang dilakukan akan cenderung mengarah ke sisi yang buruk.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ditanya mengenai ghibah, lantas beliau menjawab: [ghibah] adalah ceritamu tentang saudaramu dengan apa-apa yang tidak ia sukai. Lalu beliau kembali dimintai keterangan mengenai bagaimana jika yang diceritakan tersebut memang terdapat pada orang yang bersangkutan?

Kemudian beliau bersabda: Itulah yang dinamakan ghibah [mengumpat]. Adapun jika cerita tersebut tidak sesuai dengan kenyataan saudaramu, berarti dirimu telah berkata dusta (fitnah). [HR. Muslim]

Beberapa Tujuan dalam Melakukan Ghibah

Beberapa Tujuan

Orang melakukan ghibah tentu tidak serta merta karena kekurangan bahan pembicaraan. Dalam ghibah pasti ada sebuah tujuan utama yang terselip di dalamnya. Apa saja tujuan tersebut? Berikut beberapa kemungkinan yang ada,

  • Untuk menguak tindakan zalim seseorang. Seperti contoh ketika ada tetangga kita yang disiksa oleh suaminya. Kemudian kita menceritakan hal itu kepada orang lain dalam rangka berencana untuk memberikan pertolongan. Maka ghibah yang dengan tujuan semacam ini dihukumi boleh.
  • Ghibah karena untuk mendapatkan sebuah solusi. Ghibah semacam ini juga diperbolehkan karena agar terlihat jelas, kita memang lebih dulu harus menceritakan hal terkait. Tapi ingat, cerita nggak sampai keluar dari koridor yang sebenarnya
  • Dalam rangka mencari dalil atau keputusan hukum kepada orang yang pandai mengenai suatu ilmu

Dalil Larangan Ghibah

Dalil Larangan Ghibah

  • Allah telah berfirman didalam kitab suci Al Qur’an, Janganlah kalian mempergunjingkan satu sama lain. Adakah seseorang diantara kalian yang senang memakan daging saudaranya yang sudah meninggal? Maka diri kalian tentu akan merasakan jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha menerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat : 12).
  • Rasulullah pernah bersabda, Sesungguhnya riba yang paling berbahaya adalah memanjangkan kalam (pembicaraan) dan mengomongkan (keburukan) seorang muslim dengan (cara) yang tidak benar. (HR. Abu Daud).

Ghibah yang Diperbolehkan

Yang Diperbolehkan

Dalam kitab Riyadhus shalihin karya Imam An Nawawi dijelaskan bahwa ghibah itu diperbolehkan jika tujuanya benar secara syar’i dan tidak bisa diwujudkan kecuali dengannya. Salah satu ghibah yang diperbolehkan misalnya, mengadukan kezhaliman orang lain untuk mengubah kemungkaran.

Adapun misal dari ghibah yang diperbolehkan adalah seperti adanya keadaan dimana ada penguasa atau hakim yang berbuat tidak adil. Lantas kita mengadukan kezhaliman penguasa tersebut kepada orang yang memiliki kemampuan untuk bisa merubahnya. Ringkasnya jika kejelekan orang yang kita laporkan sudah sangat jelas apalagi telah melampaui batas, kita boleh menggunjingkannya dengan niatan ingin menyadarkan atau merubah keadaan menjadi lebih baik. Jika niatnya hanya untuk membuat gaduh atau ingin merusak reputasi, jelas tindakan tersebut tidak diperbolehkan.

Bahaya Ghibah dalam Pandangan Islam

Bahaya Pandangan Islam

Ghibah merupakan perbuatan tercela yang masuk dalam jajaran dosa besar, sebagaimana yang sudah diungkapkan oleh Imam Al-Qurthubi dalam kitab Al Jami’ li Ahkam Al Qur’an. Beliau menyampaikan bahwa ghibah adalah perbuatan tercela yang sebanding dengan dosa mabuk, zina, pembunuhan, dan dosa-dosa besar lainnya.

Sementara imam Hasan Al Bashri mengatakan bahwa ghibah adalah perbuatan yang lebih cepat merusak agama. Bahkan efek sampingnya lebih dahsyat dibandingkan dengan penyakit yang menggerogoti tubuh. Inilah beberapa dampak dari ghibah.

  1. Mendatangkan murka Allah
    Ghibah merupakan tindakan mempublikasikan kepribadian seseorang yang termotivasi atas dasar menghina. Jika kita menghina seseorang, berarti kita menghina ciptaan Allah. Dan tentunya hal itu tentu saja menyebabkan Allah murka terhadap kita.
  2. Menyebabkan hati menjadi keras
    Perbuatan ghibah muncul lantaran dalam hati penggunjing tidak ada Allah. Jika dihati seseorang tidak ada Allah, maka dengan mudah syetan menguasai hatinya. Jika hati seseorang sudah dijajah oleh syetan, maka makin lama hati seseorang akan semakin mengeras. Naudzubillah Min Dzalik.
  3. Memicu terjadinya pertikaian dan perpecahan
    Para pelaku ghibah tentu akan merasa cemas bila orang yang digunjingkan tau bahwa dia membicarakannya. Dan jika tau pasti akan menyebabkan pertengkaran, perpecahan bahkan kebencian satu sama lain.
  4. Mendatangkan perbuatan maksiat lainnya
    Apabila perbuatan ghibah ini senantiasa dilanggengkan, maka penggunjing akan semakin berani juga untuk melakukan perbuatan maksiat lainnya. Disinilah yang mengerikan, ghibah memancing timbulnya perbuatan-perbuatan tercela.
  5. Menghilangkan pahala dari amal ibadah seorang mukmin
    Efek samping berikutnya yang didapatkan penggunjing adalah hilangnya pahala secara sia-sia. Pahalanya akan diberikan kepada orang yang di ghibahi, jika ternyata pahala pengghibah telah habis, maka dosa orang yang digunjing akan melayang ke pelaku ghibah. Sangat rugi bukan?
  6. Amal ibadah ditolak Allah
    Dampak terakhir ini sangat berbahaya sekali. Penggunjing akan merasakan sebuah imbas fatal yakni amal ibadah yang ia kerjakan percuma sebab ibadahnya hanya menelurkan keletihan. Segala wujud peribadatan yang ia lakukan tidak diterma. Ghibah adalah perbuatan yang dimurkai Allah. Jika Allah murka, maka otomatis setiap amalannya akan tertolak.

Cara Melebur Kesalahan Ghibah

Cara Melebur

Bagi siapapun yang terlanjur melakukan ghibah, dusta ataupun tindakan adu domba maka wajib baginya untuk segera meminta ampun.

  • Jika perkataan tersebut telah sampai ke telinga orang yang digunjing, maka hendaknya penggunjing mendatangi pihak terkait untuk minta dihalalkan.
  • Jika perkataan tersebut tidak diketahui oleh yang orang yang digunjing, maka bersegeralah memintakan kebaikan untuknya dan memujinya sebagai ganti dari perlakuan gunjingan sebelumnya.
  • Jika gunjingannya diberitahukan malah justru akan menimbulkan permusuhan, maka cukup dengan cara mendoakannya, memujinya dan memintakan ampun atas segala kesalahannya kepada Allah.

Disebutkan dalam suatu hadits, barang siapa memiliki masalah tertentu (kedoliman) dengan saudaranya karena pencemaran nama baik atau suatu hal, maka hendaknya ia meminta kehalalan pada saat itu. Sebelum dirinya tidak memiliki emas atau perak (di hari kiamat). Apabila ia memiliki amal sholeh, maka akan diambil sesuai kadar kesalahannya. Apabila dirinya tidak memiliki kebaikan, maka kejelekan/dosa saudaranya dibebankan kepadanya. (HR. Bukhori: 2317).

Demikianlah pembahasan mengenai Arti Ghibah dan beberapa hal yang terkait dengannya. Semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkenan mampir. Baca juga pembahasan islami lainnya yang ada di portal Sepatumerah ini.

Ulum Pemuda kampung berbasis Pesantren Salaf